facebook icon instagram icon

Air Terjun Campuhan Antapan Menikmati Keindahannya Tanpa Setetes Keringat

Air Terjun Campuhan Antapan disebut juga Campuhan Antapan Waterfall dan dikenal juga sebagai Air Terjun Campuhan Tiga Sakti Antapan tidak perlu mengeluarkan keringat setetespun untuk menikmati keindahannya. Bukan lewat photo atau video, tidak juga melewati tayangan digital sehingga tidak mengeluarkan keringat sedikitpun. Ada yang tau bau keringatnya bidadari?

Air terjun Campuhan Antapan dengan Putu Eka Jalan Jalan berada didepannya
Air terjun Campuhan Antapan dengan Putu Eka Jalan Jalan berada didepannya
Meloncat di pembatas beton antara sungai dan air terjun Campuhan Antapan
Meloncat di pembatas beton antara sungai dan air terjun Campuhan Antapan

Para Buaya dan Bidadari sudah gerah dikurung, biar nggak stress, akhirnya memutuskan untuk jalan-jalan wisata ke tempat-tempat yang sepi, jauh dari keramaian dan kerumunan. Awalnya mau jalan-jalan ke air terjun Pengempu, berkali-kali kita kesanapun masih tutup. Bertanya-tanya ke warung di depan pintu  masuk ke air terjun Pengempu, disarankan untuk ke air terjun Leke-leke atau ke air terjun Campuhan Antapan. Air terjun Leke-leke sendiri sudah naik daun di social media dengan seringnya bersliweran di timeline kami, dan bau-baunya pasti banyak yang kesana, akhirnya mutusin ke air terjun Campuhan karena lebih sepi dan searah dengan air terjun Leke-leke.

Kali ini Putu Eka Jalan Jalan bertolak menuju air terjun dari Denpasar menggunakan mobil kecil karena berdasarkan peta yang kita lihat, jalanan yang akan kita lewati cukup kecil. Sejam perjalanan kamipun berbelok kekanan dari jalan besar Tabanan-Bedugul.

Air terjun Campuhan Antapan merupakan salah satu air terjun di Bali yang berada di sisi barat desa Antapan, Kecamatan Baturiti, Kabupaten Tabanan, Bali. Setelah berbelok kekanan, kami menyelusuri jalanan pedesaan dan mulai masuk ke jalan yang kiri kanan persawahan dan kemudian masuk ke areal ladang. Nah disini jalannya cukup sempit, hanya cukup untuk satu mobil saja. Kemudian kami tidak bisa melanjutkan perjalanan karena ada pengerjaan saluran air yang membuat jalannya tidak bisa dilalui mobil. Akhirnya memutuskan untuk memarkir mobil dan berjalan menuju air terjun.

Jalan kecil menuju air terjun yang sedang ada proyek
Jalan kecil menuju air terjun yang sedang ada proyek
Pekerja sedang mengambil pasir untuk proyek
Pekerja sedang mengambil pasir untuk proyek

Tidak berapa lama kami ditanya oleh ibu-ibu yang sedang bekerja di sawah, ketika kami bilang mau ke air terjun Campuhan, beliau bilang masih jauh dan ada jalan yang lebih besar disebelah. Ternyata setelah belokan dari jalan besar, ada jalan besar yang bisa kita lalui sampai ke air terjun. Sambil malu karena salah jalan, kamipun balik ke lokasi mobil parkir dan berkendara melewati jalan yang ditunjukkan oleh ibu tersebut.

Segarnya udara yang menyergap paru-paru kami begitu melintas dijalan menuju air terjun Campuhan Antapan. Nampak pula ada pemuda yang sedang mencuci sepeda motornya di kucuran air yang cukup deras di tepian jalan yang menurun.

Ketika menemuka semacam gapura dengan bentuk bambu runcing serta serta jembatan beton dengan pinggiran dari bambu, itu tanda kita sudah tiba di lokasi air terjun Campuhan Antapan. Silahkan parkir ditempat yang sudah disediakan, parkiran mobil sich ndak terlalu luas, cuma bisa menampung sekitar 2-3 mobil saja. Siapkan juga dana sebesar 20 ribu per orang untuk membeli tiket masuk di loket dari bambu dengan atap seng

Jembatan dengan pagar bambu didekat air terjun
Jembatan dengan pagar bambu didekat air terjun
Plang selamat datang di air terjun
Plang selamat datang di air terjun
Bangunan loket yang terbuat dari bambu
Bangunan loket yang terbuat dari bambu

Yuk ah nggak usah berlama-lama, kita jalan menuju air terjun. Kita kembali melewati gapura berbentuk kumpulan bambu runcing yang berdiri. Jalanan sudah disemen jadi ndak becek ketika musim penghujan. Disebelah kiri jalan kita akan melihat sungai kecil yang airnya jernih mengalir tenang. Sudah kebayang mencelupkan kaki ke air sungai yang segar.

Tiket masuk menuju air terjun
Tiket masuk menuju air terjun
Aliran sungai kecil sepanjang jalan menuju air terjun
Aliran sungai kecil sepanjang jalan menuju air terjunAliran sungai kecil sepanjang jalan menuju air terjun

Jalan setapaknya datar saja dengan sedikit undagan. Kanan kiri pun masih menghijau menyejukkan mata. Lho kok begitu sudah melewati undagan sudah terlihat air terjunnya malu malu mengintip dari balik dedaunan. Dan sampailah kita di air terjun Campuhan Antapan. Tidak sampai 5 menit kita berjalan. Itupun kita belum mengeluarkan keringat sedikitpun. Air terjun ini cocok buat yang pengen jalan-jalan tapi tidak ingin mengeluarkan upaya lebih apalagi sampai bercucuran keringat berjalan menuju air terjun.

Jalan setapak yang sudah disemen
Jalan setapak yang sudah disemen
Kehijauan disepanjang kiri dan kanan jalan setapak
Kehijauan disepanjang kiri dan kanan jalan setapak
Air terjun mengintip malu dari celah dedaunan
Air terjun mengintip malu dari celah dedaunan

Disebelah kanan air terjun terlihat pura kecil yang asri dengan kehijauan disekelilingnya. Air terjun Campuhan Antapan cukup unik karena airnya  terlihat seperti keluar dari celah bebatuan yang membentuk tiga aliran air yang jatuh dari ketinggian kisaran 16 meter – 20 meter. Dibawahnya terbentuk kolam yang dangkal. kemudian aliran airnya langsung bertemu dengan aliran air sungai yang jernih.  Perbatasan antara kolam air terjunnya dengan sungai sudah dibeton, sehingga air sungai dan air terjun tidak tercampur. Efek dibuat tembok beton seperti itu menyebabkan banyak timbunan sedimen, sehingga membuat air kolamnya berlumpur ketika kita menjejakkan kaki di kolam. Rekan buaya konyol mendapat hadiah ketika sempet menjejakkan kaki ke dalam air yang bercampur sedimen. Hadiahnya dalah lintah yang berukuran kecil. Untung belum mebesar jadi mudah untuk dilepas. Kalau sudah besar perlu air perasan tembakau untuk melepasnya. Sementara dikanan dan kiri air terjun tumbuh asri tumbuhan kehijauan. Disebelah kanan bawah nampak tumbuhan jenis pisang-pisangan.

Pura kecil disebelah kanan air terjun
Pura kecil disebelah kanan air terjun
Putu Eka Jalan Jalan berdiri di atas batu dinding pembatas
Putu Eka Jalan Jalan berdiri di atas batu dinding pembatas
Duduk santai didepan air terjun Campuhan Antapan
Duduk santai didepan air terjun Campuhan Antapan
Berjalan diantara semak-semak air terjun
Berjalan diantara semak-semak air terjun
Memandang kearah air terjun
Memandang kearah air terjun
Kaki buaya konyol yang digigit oleh lintah
Kaki buaya konyol yang digigit oleh lintah

Sedangkan diseberang sungai nampak kehijauan ladang penduduk dengan satu bangunan yang sepertinya difungsikan sebagai warung. Nampak juga pemilik warung nampak menghaturkan banten. Sedangkan disebelah kirinya nampak buble warna bening putih. Kami pun tidak mengetahui apakah itu memang hotel buble yang masih beroperasi atau sudah berhenti beroperasi.

Bangunan warung diseberang air terjun
Bangunan warung diseberang air terjun
Bangunan berbentuk buble bening diseberang air terjun
Bangunan berbentuk buble bening diseberang air terjun

Putu Eka Jalan Jalan akhirnya memutuskan untuk tidak bermain air di dasar air terjun karena kolamnya penuh sedimen dan berbuih putih seperti air bercampur detergen. Akhirnya mending gegoleran diatas batu besar disungai sambil menyiapkan diri bermain air di sungai yang airnya mengalir bening. Ahhhh jadi ngebayangin enaknya berendam sambil ngebeer. Ah itu cuma khayalan disiang bolong… hahahhaha…..

Melompat seperti terbang didepan air terjun Campuhan Antapan
Melompat seperti terbang didepan air terjun Campuhan Antapan
Berbaring santai diatas batu air terjun Campuhan Antapan
Berbaring santai diatas batu air terjun Campuhan Antapan
Duduk diatas batu sambil memandang ke air terjun
Duduk diatas batu sambil memandang ke air terjun
Duduk di atas batu ditengah aliran sungai
Duduk di atas batu ditengah aliran sungai
Bermain air ditengah sungai kecil didepan air terjun
Bermain air ditengah sungai kecil didepan air terjun
Memeras kain yang basah terkena air
Memeras kain yang basah terkena air

Tapi kok ya mendung semakin tebal datang, dan membuat pestanya bubar ketika rintik gerimis mulai menyapa. Langsung bubar jalan balik ke parkiran buat cabut… Enaknya habis ini kemana ya?

Berapa harga tiket masuk air terjun Campuhan Antapan?

Harga tiketnya 20 ribu per orang

Adakah toilet di air terjun Campuhan?

Toilet berada disebelah loket tiket

9 comments

  1. Seger banget pemandangan air terjunnya, airnya pun jernih, bikin pengen nyebur.

  2. bang Day says:

    Bli Putu suka loncat2 nih. Hati2 bli, biasanya batu2 di air terjun licin dan kadang tajam 🙂

    • Putu Eka Jalan Jalan says:

      Di beberapa air terjun malah batu yang terkena aliran air tidak licin sama sekali bang. Kesat gitu rasanya ketika dipijak

  3. Wadidaaaw ketjehnya adegan lompat terbang di depan air terjun Campuhan Antapan ini, bliii … 🤩!.

    Kainnya ngga pakai sobek kan ngebentang lebar kayak gitu posenya 🤔 ?.

  4. kuanyu says:

    jadi air terjun ini di bali ya mas, pantesan indah banget, ngomong-ngomong ada kisah misterinya tidak mas

Leave a Reply to Rudi Chandra Cancel reply

Name required

Website