facebook icon instagram icon

Air Terjun di Bali yang Memanjakan Mata Sampai Terbawa Mimpi

Air terjun di Bali sungguh indah sehingga akan memanjakan setiap mata yang memandang sampai sering terbawa mimpi lho. Mimpinya jangan sampe ileran ya… Ganteng-ganteng dan cantik-cantik kok malah ileran? Hahahaha….

Bali dari dulu terkenal akan kecantikan objek wisatanya terutama kecantikan pantainya serta sunsetnya yang menggoda iman, bikin betah untuk untuk sekedar duduk santai  diatas pasir putih sambil memegang beer dingin. Jangan lupa diminum beernya ya saking fokusnya menikmati matahari tenggelam. Apalagi ditemenin sama ehem….iya sama ehem…. Batuk kak, perlu aku kasi bijinya kedondong buat garukin tenggorokannya yang gatal?

Air terjun di Bali itu nggak kalah indahnya bila dibandingkan dengan tempat wisata di Bali. Ya mungkin kurang cocok bagi yang nggak suka trekking buat mencapai air terjunnya.

Mau tau air terjun di Bali yang indah itu yang mana saja? Mau tau atau mau tau banget? Yakinnnn mau tauuu??? Benerannn????? Yuk kita mulai saja

Air Terjun Kanto Lampo

Putu Eka Jalan Jalan duduk diantara aliran Air Terju Kanto Lampo
Putu Eka Jalan Jalan duduk diantara aliran Air Terju Kanto Lampo

Air terjun yang  disebut juga Kanto Lampo Waterfall merupakan air terjun di bali yang mempunyai ciri khas dikarenakan untuk mencapainya saja kita harus mengeluarkan usaha lebih yaitu merayap turun di bebatuan dan nyemplung ke sungai untuk mencapainya.  Nyemplung dalam artian basah sampe sedada. Berlokasi di dataran rendah Banjar Kelod Kangin, Desa Beng, Kecamatan Gianyar, Kabupaten Gianyar, Bali.

Tebing Air Terjun Kanto Lampo pun agak miring sehingga air tidak langsung menghujam dasar air terjun, tetapi seperti menari dari satu batuan ke batuan yang lain,  meloncati bebatuan hitam yang membentuk dinding air terjun. Semburan air dari Air Terjun Kanto Lampu cukup deras, sehingga ketika kita bediri di aliran sungai, percikan air sudah cukup untuk membuat tubuh bagian atas menjadi basah. Apabila cukup bernyali, paksakan saja agar bernyali, bisa merasakan sensasi semburan air terjunnya dengan menaiki bagian bawah air terjun menuju kebagian tengahnya. Sayang seribu sayang kalau sudah disini tidak mencoba untuk merasakan sensai semburannya ditengah aliran airnya.

Air Terjun Kuning

Putu Eka Jalan Jalan melangkah didasar Air Terjun Kuning
Putu Eka Jalan Jalan melangkah didasar Air Terjun Kuning

Air terjun di Bali yang disebut juga dengan  Kuning Waterfall adalah air terjun dengan cekungan ala Jacuzzi (tau kan Jacuzzi itu apa?) yang membuat kita bisa berendam sambil mengarahkan mata kita memandang ke arah air terjun Kuning yang bisa membuat kita tertegun, speechless dengan keindahannya. Serasa melihat pemandangan sejuta dollar. #ahlebaydikit Terletak di Dusun Kuning, Desa Taman Bali, Bangli. Walaupun namanya Air Terjun Kuning, airnya tidak berwarna kuning seperti air sungai yang penuh dengan lumpur kok, airnya bening  sebening kulit putihnya putri kerajaan surge dan menyegarkan. Namanya sendiri berasal dari nama Dusun atau Desa tempat air terjun ini berada.

Air Terjun Banyu Wana Amertha

Putu Eka Jalan Jalan berada di antara aliran Air Terjun Banyu Wana Amertha
Putu Eka Jalan Jalan berada di antara aliran Air Terjun Banyu Wana Amertha

Air Terjun di Bali yang disebut juga dengan Banyu Wana Amertha waterfall merupakan Air Terjun yang selama ini tersembunyi, super tersembunyi dengan baik dan sekarang mulai diperkenalkan keindahannya ke seluruh dunia. Tersembunyi di dekat Air Terjun Banyumala dan Air Terjun Pucak Manik. Lokasi tepatnya di Dusun Bhuanasari, Desa Wanagiri, Kecamatan Sukasada, Kabupaten Buleleng, Bali, Indonesia.

Terlihat banyak jalur air seperti berlomba meluncur turun,  mencapai dasar dari Air Terjun Banyu Wana Amertha ,tidak seperti air terjun biasanya yang mempunyai satu atau dua jalur air. Air Terjun ini mempunyai banyak jalur air yang membuatnya terlihat seperti menyembur simultan dari tebing yang cukup lebar Air Terjun Banyu Wana Amertha mempunyai tinggi berkisar delapan meter. Terbayang bisa mandi rame-rame bersama bidadari dari kahyangan dengan jalur air yang segini banyak. Bagi yang ndak berani dingin, jangan coba-coba untuk membasuh badan di air terjun di bali  ini. Airnya super dingin yang siap membuat badan gemeteran dan gigi gemelutuk, paling parah bisa hipotermia.

Air Terjun Kroya

Putu Eka Jalan Jalan siap melompat di Air Terjun Kroya
Putu Eka Jalan Jalan siap melompat di Air Terjun Kroya

Air Terjun di Bali ini merupakan wahana air yang bukan diperuntukkan bagi orang yang pengecut karena tidak akan berani melakukan perosotan dari atas air  terjun yang akan mengguncang nyali kita sampai hati yang terdalam. Terletak di Bali Utara membuat Air Terjun Kroya membutuhkan waktu sekitar 3 jam apabila kita berangkat dari daerah pantai Kuta yang merupakan pantai yang pertama terkenal dari Bali.

Air Terjun Kroya terlihat mempunyai aliran ganda dengan ketinggian sekitar 5 meter serta dasar yang cukup dalam disertai kehijauan yang menutup tebing air terjun. Diawal Putu Eka Jalan Jalan mengatakan bahwa air terjun ini bukan diperuntukkan bagi orang yang pengecut dikarenakan Air Terjun Kroya mempunyai jalur perosotan alami di dalam aliran air terjunnya yang siap membuat jantung anda tertinggal di puncak air terjun. Kalau hatiku boleh tertinggal dihatimu saja nggak?

Air Terjun Yeh Hoo

Putu Eka Jalan Jalan berbasah ria di Air Terjun Yeh Hoo
Putu Eka Jalan Jalan berbasah ria di Air Terjun Yeh Hoo

Air Terjun Yeh Hoo merupakan air terjun tujuan wisata di Bali yang tidak terlalu tinggi dengan kisaran tinggi 3 meter saja, akan tetapi tersembunyi dengan manisnya di balik kemegahan gaung dari Jatiluwih yang terkenal dengan teraseringnya serta dinobatkan sebagai situs cagar budaya dunia oleh UNESCO. Walaupun tersembunyi, tapi kita dapat dengan mudah menemukan tempat persembunyian dari Air Terjun Yeh Hoo di Banjar Gunungsari Umakayu, Desa Jatiluwih, Tabanan, Bali.

Terlihat tidak begitu tinggi, tapi deburan airnya cukup keras sehingga bisa dibilang Air Terjun Yeh Hoo itu kecil-kecil cabe rawit. Tidak lengkap rasanya kalau sudah ke air terjun itu tidak membasahi diri dengan kesegaran air dari Air Terjun Yeh Hoo. Jangan lupa pemanasan dulu ya biar otot-otot kita tidak menjadi kaku karena terkena air dingin secara tiba-tiba. Rencana awalnya sich pengen berada di bawah deburan air terjun, akan tetapi karena deburannya cukup keras, diurungkanlah niatnya. Jadinya hanya bermain air diseputar deburan airnya saja. Oh iya, dasar air terjun sendiri bukan dari pasir, akan tetapi dari tumpukan bebatuan yang ketika diinjak akan terlepas ke kiri dan ke kanan, jadi agak sukar untuk diinjak. Yang penting hatiku tidak bisa lepas dari hatimu kan…. #uhuk

Air Terjun Blemantung

Putu Eka Jalan Jalan berada di Air Terjun Blemantung
Putu Eka Jalan Jalan berada di Air Terjun Blemantung

Air Terjun di Bali ini disebut juga Blemantung waterfall yang mengalir dari ketinggian kebun Kopi di daerah yang terkenal sedari dulu sebagai lumbung berasnya Bali yaitu Kabupaten Tabanan. Terletak di Pujungan, Pupuan yang berhawa sejuk sekali, bahkan kadang suhunya bisa bikin menggigil. Siang-siang aja bisa masih pake jaket keluar rumah, berjarak sekitar dua jam dari Denpasar yang terkenal sebagai sentra penghasil kopi. Kopinya tinggal metik di pohon saja Duduk sambil ngopi di air terjun Blemantung kayaknya asyik banget.

Air Terjun Blemantung berada di antara tebing tinggi sekitar 40 meter. Dengan kehijauan yang menutupi tebing, aliran airnya jatuh tidak terlalu deras ke bebatuan yang berada didasar air terjun dikarenakan debit airnya yang tidak terlalu besar. Jadi berasa kayak shower di kamar mandi jadinya. Cekungan penampung air pun tidak terlalu dalam, serius cetek, tidak terlalu cocok untuk berenang, tapi pas sekali untuk berendam ataupun sekedar mendinginkan kaki yang capek melangkah dari tempat kita parkir kendaraan. Bisa juga untuk melepas capek ketika melangkah dari kenangan. hahahah Waktu yang pas untuk berkunjung ke Air Terjun Blemantung adalah di sore hari untuk mendapatkan cahaya yang menyinari air terjun, dikarenakan air terjun menghadap ke barat. Selain itu sore berasa lebih romantic katanya. Katanya siapa? Kata orang kasmaran sich

6 comments

  1. zunif says:

    wah sampai segitunya ya kak saking seneng nya bisa ke air terjun, kalau saya yang pernah ke pantai nya, kalau ke air terjun belum pernah sih hhhh 😀

    izin follow ya kak, agar mudah bersilaturrohim sesama blogger 😉 😉

  2. Putu Eka Jalan Jalan says:

    Kalau ke Bali lagi, coba kunjungi air terjunnya kak, dijamin ketagihan…
    Contohnya aku aja sudah ketagihan kak
    hahahahha

  3. kebanyakan ngga begitu tinggi ya air terjun di Bali ini, tapi keindahannya bisa diadu lah, tsakeeep…

    -Traveler Paruh Waktu

    • Putu Eka Jalan Jalan says:

      Iya rata-rata ndak begitu tinggi kak, tapi ada juga yang super tinggi, nanti menyusul diulasnya ya kak. Ditunggu ya kak…

  4. Bagus artikelnya. Saya udh lama ga ke Bali, yg diingat cuma pantai, sunset, & Trunyan, tp baru tau bnyk air terjun jg di sana. Namanya jg unik2, spt air terjun Kroya, dikirain yg dkt Yogya itu hehe..

  5. Wahhh gilak keren banget, ak pertama dan terakhir mengjungi air terjun cuma di semarang doang, wahaha kurang explore nih 😀

What do you think?

Name required

Website