facebook icon instagram icon

Air Terjun Kanto Lampo Memang Parah Bikin Basah Jiwa dan Raga

Air Terjun Kanto Lampo atau disebut juga Kanto Lampo Waterfall merupakan air terjun di bali yang khas dikarenakan untuk mencapainya kita harus merayap turun di bebatuan dan nyemplung ke sungai untuk mencapainya. Berlokasi di dataran rendah Banjar Kelod Kangin, Desa Beng, Kecamatan Gianyar, Kabupaten Gianyar, Bali. Namun tidak kalah indahnya dengan Air Terjun Kuning. Jaraknya lumayan kalau kita berangkat dari Kuta. Berkisar hamper dua jam untuk sampai disana. Dijamin pantat panas membara duduk diatas sepeda motor. Dengan berada didataran rendah, suhu udara pun cenderung panas ketika siang, walaupun suhu panas bisa kita redam dengan bertapa dibawah aliran air terjun Kanto Lampo

Putu Eka Jalan Jalan berdiri di aliran Air Terjun Kanto Lampo

Putu Eka Jalan Jalan berdiri di aliran Air Terjun Kanto Lampo

Aliran Air Terjun Kanto Lampo yang memijat badan Putu Eka Jalan Jalan

Aliran Air Terjun Kanto Lampo yang memijat badan Putu Eka Jalan Jalan

Ada baiknya kita sarapan yang kenyang sebelum bercengkrama dengan aspal panasnya Bali. Nah buat yang nggak terbiasa sarapan pagi atau sarapan paginya sedikit aja, bisa mampir dulu ke penjual Klepon di gianyar. Disana kleponnya benar benar fresh, kita bisa melihat pembuatannya sampai kleponnya matang. Selagi hangat bisa langsung dilep, rasakan kenikmatan muncratnya gula merah didalam mulut. Bikin tertegun dan melayang…. Ikat pinggang terasa sesak begitu melangkah keluar dari tempat penjual klepon, tidak terasa hamper 20 butir klepon sukses masuk kedalam perut. Rakus apa doyan yaaa……

Berkendara tidak sampai 15 menit kita sampai di Air Terjun Kato Lampo, jalanan agak sempit cuma cukup satu mobil tapi sudah mulus disemen. Setelah jalanan menurun kita berbelok kekanan ke area tanah untuk parkir mobil, sedangkan kalau lurus mentok itu tempatnya parkir motor. Untuk parkir mobil bisa mengakomodir sekitar 10-15 mobil, sedangkan untuk motor bisa mengakomodir sekitar 20-30 motor. Parkir yang rapi ya teman-teman.

Jalan menuju tempat parkir motor

Jalan menuju tempat parkir motor

Parkiran sepeda motor merupakan awal perjalanan kita menuruni anak tangga beton menuju loket tiket masuk dan menuju Air Terjun Kanto Lampo. Tiket masuk masih serelanya, tergantung seberapa ikhlas kita ingin berdonasi. Pemuda dari banjar yang mengelola air terjun menyambut ramah sambil menjelaskan bahwa nanti ada semacam guide yang akan menemani kita ketika

Tangga turun menuju loket tiket

Tangga turun menuju loket tiket

Sejumlah uang sudah masuk ke donasi dan kami melangkahkan kaki kekanan menuruni anak tangga semen ditemani kerindangan pepohonan serta suara air yang mengalir. Disebelah kiri tangga turun akan terlihat sebuah pura , dibawah pura ada mata air yang sering digunakan dalam kegiatan upacara keagaamn di banjar tersebut. Selain sebagai sarana upacara, digunakan juga sebagai sumber air minum oleh penduduk sekitar. Sebelum mengambil dengan menggunakan gallon air mineral atau tempat penampungan yang lain, mereka menghaturkan canang (persembahan) sebagai ungkapan rasa syukur atas sumber mata air yang berkelimpahan.Sedangkan disebelah kanan ada warung yang menjual makanan dan minuman yang dikelola oleh penduduk setempat.

Tangga turun setelah loket tiket menuju Air Terjun Kanto Lampo

Tangga turun setelah loket tiket menuju Air Terjun Kanto Lampo

Disebelah mata air dibangun tempat untuk berganti pakaian lengkap dengan pancuran didalamnya, cuma sayang tidak bisa dipakai untuk buang air kecil ataupun air besar. Cuma bisa dipakai untuk berganti pakaian dan membilas badan.

Turun tangga dari arah loket maka kita harus berbelok kekanan menuju Air Terjun Kanto Lampo, disini jalan masih tanah dan menyempit, nggak terlalu jauh kok. Nah didepan itu bakalan seperti jalan buntu dengan kucuran air kecil yang mengalir dari atas tebing, jangan salah, itu bukan air terjun Kanto Lampo. Nah untuk mencapai air terjun kita haru menapaki batuan yang miring ke arah sungai. Sempet bengong melihat medan turun yang cukup ekstrim begitu. Tidak disarankan buat memakai alas kaki sich, lebih disarankan bertelanjang kaki alias nyeker. Tapi jangan terlalu khawatir, ada pegangan tangan dari besi yang melintang sehingga bisa dipakai untuk berpegangan sambil kaki menggigil gemeteran melangkah turun.

Aliran air yang kecil ditengah perjalanan menuju ke dasar air terjun

Aliran air yang kecil ditengah perjalanan menuju ke dasar air terjun

Jalan berbatu yang agak esktrim dengan pegangan tangan

Jalan berbatu yang agak esktrim dengan pegangan tangan

Begitu berbelok kekanan sudah Nampak Air Terjun Kanto Lampo ditebing kanan serta pepohonan rindang di tebing sebelah kiri. Lho ternyata untuk mencapai air terjun kita harus nyebur ke dalam sungai yang berada di bawah air terjun. Ternyata aliran air Kanto Lampo bertemu dengan aliran air sungai. Ketika menjejakkan kaki di dalam sungai agar berhati-hati, air tidak bening sekali sehingga menyembunyikan ranjau batu batuan yang siap menggigit tulang kering kalian. Kedalamannya bevariasi dari sedalam betis sampai sedada. Oleh karena itu dari pihak penglola sudah menyediakan guide yang akan membantu kita menuruni jalan ekstrim yang tadi kita lewati serta menunjukkan dimana letak bebatuan dalam air sehingga kaki kita tidak terantuk dengan batu yang tidak kelihatan di dalam air. Apabila kalian puas dengan bantuan mereka, jangan lupa memberikan sedikit apresiasi bagi mereka. Yang membantu kami saat itu adalah bli Wayan Gading, salut sama dia, kuat lho untuk berbasah-basah ria dari pagi sampe sore untuk membantu para pengunjung yang kesusahan untuk turun dan melangkah menuju Air Terjun Kanto Lampo.

Aliran air sungai di Air Terjun Kanto Lampo

Aliran air sungai di Air Terjun Kanto Lampo

Putu Eka Jalan Jalan mencelupkan diri ke sungai sedalam pinggang

Putu Eka Jalan Jalan mencelupkan diri ke sungai sedalam pinggang

Berdasarkan info yang kami dapatkan, Air Terjun Kanto Lampo sendiri bukan merupakan air terjun alami, tetapi merupakan air terjun yang terbentuk karena tersumbatnya irigasi lahan pertanian didalam tanah. Karena tersumbat, air pun mencari celah untuk keluar, sehingga menjebol dinding irigasi yang kebetuan berada didekat tebing, sehingga terbentuklah Air Terjun Kanto Lampo. ‘

Nama Kanto Lampo sendiri berasal dari sebuah pohon langka yang tumbuh didekat air terjun. Buah itu mempunyai buah yang unik, buahnya berbentuk seperti buah juwet (jamblang), warnanya hijau ketika masih mentah, kemudian berwarna kuning dan akhirnya merah ketika sudah matang. Banyak orang tua dulu yang memetiknya karena rasanya yang disukai oleh anak-anak kecil.

Sambil berendam ataupun duduk diatas batu besar kita bisa menikmati keindahan Air Terjun Kanto Lampo yang mempunyai banyak aliran air, jadi tidak satu aliran air saja seperti air terjun pada umumnya. Tebing Air Terjun Kanto Lampo pun agak miring sehingga air tidak langsung menghujam dasar air terjun, tetapi seperti menari meloncati bebatuan hitam yang membentuk dinding air terjun. Semburan air dari Air Terjun Kanto Lampu cukup deras, sehingga ketika kita bediri di aliran sungai, percikan air sudah cukup untuk membuat tubuh bagian atas menjadi basah. Apabila cukup bernyali, bisa merasakan sensasi semburan air terjunnya dengan menaiki bagian bawah air terjun menuju kebagian tengahnya. Bebatuannya tidak licin karena lumut penyebab licin selalu tergerus oleh aliran air terjun yang cukup deras. Akan tetapi bli Wayan Gadin ahnya memperbolehkan kita memanjat sekitar ¼ dari bagian air terjun karena kalau kita memanjat lebih dari itu akan membuat jiwa kita terancam karena bisa terjadi kecelakaan. Rasakan deburan air yang memijat tubuh kita ketika kita sudah duduk dibagian deburan air terjun. Lumayan serasa dipijat secara gratisan.

Bebatuan besar ditengah sungai di depan Air Terjun Kanto Lampo

Bebatuan besar ditengah sungai di depan Air Terjun Kanto Lampo

Putu Eka Jalan Jalan duduk bersila ditengah aliran air terjun

Putu Eka Jalan Jalan duduk bersila ditengah aliran air terjun

Menunduk merasakan derasnya aliran air terjun di punggung

Menunduk merasakan derasnya aliran air terjun di punggung

Air Terjun Kanto Lampo dengan keindahannya

Air Terjun Kanto Lampo dengan keindahannya

Gempuran air dari air terjun yang sangat berasa dikaki ketika berdiri di tebingnya

Gempuran air dari air terjun yang sangat berasa dikaki ketika berdiri di tebingnya

Menutupi muka agar terhindar dari cipratan air terjun

Menutupi muka agar terhindar dari cipratan air terjun

Air Terjun Kanto Lampo yang khas dari Bali

Air Terjun Kanto Lampo yang khas dari Bali

Berdiri di batu besar didepan kucuran air terjun

Berdiri di batu besar didepan kucuran air terjun

Air Terjun Kanto Lampo memang air terjun yang berbeda dari air terjun kebanyakan, dengan jalannya yang menantang, kita yang harus basah dan memasukan tubuh kita ke sungai untuk mencapainya, serta keindahan yang tiada duanya dari aliran airnya yang menyebar ke kanan kiri. Perfect!

26 comments

  1. rafi says:

    ah tiap kali berkunjung ke blog bli ini selalu puas sama tulisan sama foto-fotonya. keren abis..

  2. Foto dari terbawah sampai ke 7 keatas ..bikin aku kagum, apa ngga kerasa licin dipijak bebatuannya, bli ?.
    Hati2 loh ya, takutnya tergrlincir seperti yang pernah aku alami.

    • Putu Eka Jalan Jalan says:

      Ndak kerasa licin kak kalau tipe-tipe batu hitam seperti ini kalau terkena air deras karena lumut ataupun yang bisa bikin licin tergerus derasnya air.

      • Oh syukurlah kalau ngga licin batunya dipijak, bli.
        Tadinya aku langsung mikir ‘busyet bli berani bener berdiri nangkring di atas batu tepat dibawah aliran air terjun’.

        Saat musim penghujan tiba, sebaiknya lebih berhati-hati liburan di air terjun, bli.

  3. aris armunanto says:

    Wah keren skali tempatnya Bli, aku suka lihat air terjunnya berundak-undak,…dan lokasinya juga terlihat bersih dan tentunya udaranya masih segar dan sejuk.

  4. vika says:

    asikk,, salfok sama pemandangannya yang bkin refresh otak ya kak putu.. btw akusyuka deh sama postingan kali ini,, bener2 aku terhanyut dalam air terjun nya huhuh., belum bisa main kemana2 nih masih ada bayik kak huhu

    • Putu Eka Jalan Jalan says:

      Yang sabar ya kak melihat postingan temen-temen, nanti begitu sudah gede si kecil yuk dibalas waktu jalan-jalannya

  5. Tuteh says:

    Betul kata orang, ya, untuk tiba di ‘surga’ jalannya berliku dan tidak mudah, selalu banyak rintangan yang kadang bikin nyali ciut lebih dulu ;)) Ngeri kali lihat jalan batu menuju ke air terjunnya, untung ada pagar kanan kiri buat pegangan, kalau tergelincir masih bisa selamat … selamat … selamat bisa menikmati keindahan air terjun Kanto Lampo.

    Meskipun bukan air terjun alami, tapi datang dari tersumbatnya irigasi lahan pertanian di dalam tanah, tapi keindahannya teteup bikin mata sepet jadi terang benderang.

    Yang bikin lebih terang benderang itu kain merahnya hahahah 😀 you, rock!

    • Putu Eka Jalan Jalan says:

      Tetep aja kaki gemeteran kak, gemeter seneng campur ngeri gitu dech kak

      • Tuteh says:

        Hahahah temen saya pernah ke Air Terjun Cunca Wulang di Manggarai Barat sana … saking senengnya dia loncat kegirangan dari satu batu ke batu lain … sayangnya kaki tidak sampai … terkilir dan terdengar bunyi ‘krek’ 🙁 saya yang tidak ikut ke lokasi menerima SMS jantung kebat-kebit kuatir anak orang kakinya patah. Untungnya hanya terkilir, tapi terkilirnya parah beud 🙁 Ya harus hati-hati memang …

        • Putu Eka Jalan Jalan says:

          Duh serem bener kak sampe bunyi “krek” itu…. Bayanginnya aja udah ngiluuuuu….

          • Tuteh says:

            Iya, bagi pengalaman/cerita saja hahahah. Bunyi krek itu yang diceritakan teman yang turun bersama, bikin saya ketar-ketir sampai hendak meng-cancel jadwal penerbangan pulang -_-

  6. Resa says:

    Ajak aku dong Kaaaak..

  7. Jalannya luar biasa. Apalagi sampai basah-basahan nyemplung ke sungai. Tapi semua itu terbayarkan dengan keindahan yang tiada tara.

    Bali itu memang keren banget, banyak sekali destinasi wisata yang kece.

  8. Wuah kereeeeen
    air terjunnya kayak tangga ya
    berundak-undak gitu

    khas Bali banget ya. Payung-payungnya itu loh

  9. anies says:

    seronoknya dapat mandi di situ. tapi kalau ke sini pada musim hujan agak bahaya. batuan licin…

  10. Mas yang jual klepon yang gulanya sampai muncrat di mulut itu di gianyar tepatnya di mana ya? Duh kemarin ke Bali nggak mampir ke gianyar sih.

  11. Bagusnyaaaaa

    Baru tau ada air terjun macem gini di bali, huhuhu

  12. deddyhuang.com says:

    seru banget ya air terjunya. cuma kudu hati-hati kayaknya banyak lumut.

What do you think?

Name required

Website