facebook icon instagram icon

Air Terjun Kroya Wahana Perosotan Air Alami Penguji Nyali

Air Terjun Kroya merupakan wahana air yang bukan diperuntukkan bagi orang yang pengecut karena tidak akan berani melakukan perosotan air yang akan mengguncang nyali kita. Terletak di Bali Utara membuat Air Terjun Kroya membutuhkan waktu sekitar 3 jam apabila kita berangkat dari daerah pantai Kuta yang merupakan pantai yang pertama terkenal dari Bali. Sampai sekarang pun masih paling terkenal sich. Kunjungi juga Anjungan Tukad Melangit apabila merasa diri pemberani

Putu Eka Jalan Jalan berada di Air Terjun Kroya

Putu Eka Jalan Jalan berada di Air Terjun Kroya

Air terjun penguji nyali dari bali utara

Air terjun penguji nyali dari bali utara

Meluncur kebawah dengan diselimuti air dari Air Terjun Kroya

Meluncur kebawah dengan diselimuti air dari Air Terjun Kroya

Perjalanan 3 jam tersebut bisa menjadi perjalanan yang menyenangkan apabila rekan jalan-jalan kita merupakan orang yang asyik. Apalagi rekan jalan-jalannya merupakan pacar yang baru jadian… Duuuhhhh so sweet daaahhhhh…… Berbunga-bunga hatinya, serasa kebun bunga sampai pindah ke hatinya… Ahay…. Tapi kalau jalan-jalannya sama yang kurang asyik, perjalanan jadi anyep…sebangsa sayur asem kurang garam gitu dah…

Air Terjun Kroya berada satu kawasan dengan Air Terjun Aling-aling, Air Terjun Kembar, serta Air Terjun Pucuk. Jadi dari membeli tiket masuk dan mengunjungi Air Terjun Aling-aling bisa kita lanjutkan menuju Kroya (akan Putu Eka Jalan Jalan ceritakan tentang Air Terjun Aling-aling beserta loket tiket di artikel terpisah). Kroya sendiri berada di aliran air dari Air Terjun Aling-Aling. Setelah terbasahi dengan uap air dari Aling-aling, yuk langkahkan kaki sambil mengeringkan badan menelusuri aliran air dari Aling-aling.

Aliran air dari Air Terjun Aling-aling

Aliran air dari Air Terjun Aling-aling

Air mengalir dengan tenang menuju Air Terjun Kroya

Air mengalir dengan tenang menuju Air Terjun Kroya

Pengunjung dari mancanegara sedang berjalan menelusuri aliran air

Pengunjung dari mancanegara sedang berjalan menelusuri aliran air

Jalan setapak dengan undagan yang terbuat dari batu

Jalan setapak dengan undagan yang terbuat dari batu

Tenangnya air mengalir menyergap jiwa yang masih terkesima dengan deburan penghembus uap air dari Air Terjun Aling-aling. Ditemani kehijauan dari pepohonan dan tanaman menjalar. Jalan sepanjang aliran air melandai naik turunnya, tidak perlu tenaga banyak untuk melangkahkan kaki kita. Tidak ada salahnya juga untuk beristirahat disalah satu pohon yang menjorok ke tengah aliran sungai. Pejamkan mata sebentar sambil menghirup segarnya udara.

Putu Eka Jalan Jalan sedang beristirahat di batang pohon yang menjorok ke tengah sungai

Putu Eka Jalan Jalan sedang beristirahat di batang pohon yang menjorok ke tengah sungai

Saking keenakan berbaring jadi hampir terlelap lho diatas batang pohon yang menjulur ke atas air. Kalau sampai terlelap paling juga kecemplung ke air. Bahahahha sambil terbayang…. Basah…basah…basah… seluruh tubuhku sambil melangkah keluar dari air dengan cara paling sexy. Kibas rambut……eh ndak punya rambut juga ya…hahahahha.

Melangkah lagi ditemani kehijauan dari pakis serta akar akar gantung dari pohon, ditambah dengan bebatuan yang mulai memenuhi jalan. Tapi seru ah serasa di dunia lain…. Tidak ketinggalan akar pepohonan menggeliat keluar dari ibu pertiwi untuk memberikan keunikan alam yang tiada duanya. Kerimbunannya sich mirip keadaan disekitar Mata Air Kakong di Lombok. Yaaa…. 11-12 lahhh….

Tumbuhan pakis yang berada disepanjang aliran air sungai

Tumbuhan pakis yang berada disepanjang aliran air sungai

Putu Eka Jalan Jalan sedang berada diantara bebatuan dan juluran akar dari pepohonan

Putu Eka Jalan Jalan sedang berada diantara bebatuan dan juluran akar dari pepohonan

Akar pepohonan yang muncul ke permukaan tanah melintang ditngah jalan setapak

Akar pepohonan yang muncul ke permukaan tanah melintang ditengah jalan setapak

Tak berama lama terlihat bendera merah putih, itu merupakan tanda bahwa kita sudah mencapai Air Terjun Kroya. Titik terpancangnya bendera merupakan puncak air terjun. Untuk melihat air terjunnya secara keseluruhan, kita harus berputar sedikit melalui jalan setapak dengan keteduhan dari kehijauan pohon. Dengan beberapa anak tangga yang berputar turun, sampailah kita di Air Terjun yang akan menguji nyali teman-teman sekalian.

Bendera Merah Putih terpancang di puncak air terjun

Bendera Merah Putih terpancang di puncak air terjun

Jalan setapak menuju dasar air terjun

Jalan setapak menuju dasar air terjun

Air Terjun Kroya terlihat mempunyai aliran ganda dengan ketinggian sekitar 5 meter serta dasar yang cukup dalam disertai kehijauan yang menutup tebing air terjun. Diawal Putu Eka Jalan Jalan mengatakan bahwa air terjun ini bukan diperuntukkan bagi orang yang pengecut dikarenakan Air Terjun Kroya mempunyai jalur perosotan alami di dalam aliran air terjunnya yang siap membuat jantung anda tertinggal di puncak air terjun. Nah bagi yang ingin menguji nyali dengan main perosotan dan melompat dari ketinggian, disediakan loker untuk menyimpan barang barang kita, serta terdapat toilet yang agak berlumut untuk melakukan tuntutan alam. Itu tuch….ituuuuu…….

Pepohonan hijau yang menaungi air terjun

Pepohonan hijau yang menaungi air terjun

Tangga melingkar menuju dasar air terjun

Tangga melingkar menuju dasar air terjun

Air Terjun Kroya di Singaraja Bali

Air Terjun Kroya di Singaraja Bali

Loker yang bisa kita gunakan untuk menyimpan barang-barang kita

Loker yang bisa kita gunakan untuk menyimpan barang-barang kita

Perosotan alami yang siap menguji nyali kita

Perosotan alami yang siap menguji nyali kita

Putu Eka Jalan Jalan ingin mencoba perosotan alami sekaligus pengen uji nyali. Padahal kaki ini sudah gemetaran membayangkan meluncur kebawah ditengah deruan air terjun setinggi 5 meteran. Sebelum gilirannya Putu Eka Jalan Jalan, ada dua wanita wisatawan mancanegara ( kita panggil mereka peluncur) yang siap untuk uji nyali. Setiap pengunjung yang ingin mencoba uji nyali, diwajibkan didampingi pemandu serta memakai life jacket. Hey…mereka perempuan lho, mereka saja berani untuk meluncur di perosotan alami air terjun, masa kalian para laki-laki tidak berani? (ratapan hati kecil para lelaki).

Dengan menggunakan life jacket serta setelah diberi pengarahan oleh pemandu, bersiaplah mereka untuk meluncur. Dengan dipegang oleh pemandu untuk diarahkan kearah yang benar ditengah aliran air terjun, peluncur menyilangkan tangannya didepan dada dan bersiap untuk meluncur. Hitungan ketiga dilepaskanlah peluncur meluncur bebas kebawah dibarengi dengan teriakan keras dari peluncur yang merasakan sensasi meluncur turun ditengah derasnya aliran air. Memang wahana air alami yang menantang nyali kita.

Wisatawan mancanegara sedang bersiap untuk menguji nyali mereka

Wisatawan mancanegara sedang bersiap untuk menguji nyali mereka

Peluncur sedang diarahkan oleh pemandu kearah yang benar dan dilepaskan

Peluncur sedang diarahkan oleh pemandu kearah yang benar dan dilepaskan

Meluncur kebawah ditengah derasnya Air Terjun Kroya

Meluncur kebawah ditengah derasnya Air Terjun Kroya

Wisatawan mancanegara sedang berenang ketepian setelah meluncur dari puncak air terjun

Wisatawan mancanegara sedang berenang ketepian setelah meluncur dari puncak air terjun

Ketika tiba gilirannya Putu Eka Jalan Jalan untuk mencoba perosotan uji nyali, debit air terjun bertambah ditambah dengan hujan yang mulai rintik-rintik. Pemandu memutuskan tidak memperbolehkan Putu Eka Jalan Jalan untuk melanjutkan melompat ke perosotan dengan alasan keamanan (berasa dipesawat… heheheheh…). Sedikit sedih sich karena sudah datang jauh-jauh tapi di menit terakhir gagal untuk merasakan sensasi meluncur turun dari ketinggian Air Terjun Kroya. Putu Eka Jalan Jalan pastinya akan kembali untuk merasakan sensasi mendebarkan meluncur turun di perosotan alami air terjun. Buktikan bahwa diri kalian bukan pengecut!

Debit air terjun bertambah drastis dan air berwarna coklat

Debit air terjun bertambah drastis dan air berwarna coklat

Putu Eka Jalan Jalan duduk di titik lompatan ke dasar air terjun

Putu Eka Jalan Jalan duduk di titik lompatan ke dasar air terjun

Sedih karena belum diijinkan mencoba meluncur dari atas air terjun

Sedih karena belum diijinkan mencoba meluncur dari atas air terjun

Papan yang menantang anda untuk meluncur di perosotan alami

Papan yang menantang anda untuk meluncur di perosotan alami

Putu Eka Jalan Jalan sedang berjalan diatas jembatan bambu di bagian hilir air terjun

Putu Eka Jalan Jalan sedang berjalan diatas jembatan bambu di bagian hilir air terjun

Aliran air terjun yang berwarna coklat akibat hujan di bagian hulu air terjun

Aliran air terjun yang berwarna coklat akibat hujan di bagian hulu air terjun

Hujan bertambah deras dan warna air terjun pun berubah coklat, Putu Eka Jalan Jalan pun memutuskan untuk kembali. Ditemani tetes hujan melangkah gontai melewati jalan setapak yang cukup licin serta anak tangga ke atas yang cukup memacu nafas sampe ke batas maksimal.

Jalan setapak menanjak yang licin terkena air hujan

Jalan setapak menanjak yang licin terkena air hujan

Pepohonan hijau yang masih melingkupi kawasaan air terjun

Pepohonan hijau yang masih melingkupi kawasaan air terjun

Susah payah membawa badan menaiki jalan menanjak ditingkahi gerimis hujan

Susah payah membawa badan menaiki jalan menanjak ditingkahi gerimis hujan

Sesampainya di jalur yang datar, terlihat bunga-bunga yang basah terkena air hujan serta dedauan hijau yang memanjakan mata. Hal yang sulit kita dapatkan di perkotaan. Hamparan sawah dengan teraseringnya juga mampu membujuk mata untuk tidak berpaling.

Jalan yang sudah disemen menuju area parkir

Jalan yang sudah disemen menuju area parkir

Bunga merah segar terkena air hujan yang kami temui ketika menuju parkiran

Bunga merah segar terkena air hujan yang kami temui ketika menuju parkiran

Jalan setapak yang kami lalui dilingkupi dengan tumbuhan hijau

Jalan setapak yang kami lalui dilingkupi dengan tumbuhan hijau

Senang rasanya melihat yang hijau-hijau

Senang rasanya melihat yang hijau-hijau

Genangan air yang Putu Eka Jalan Jalan lalui ketika pulang

Genangan air yang Putu Eka Jalan Jalan lalui ketika pulang

Jalanan melebar ketika mendekati parkiran

Jalanan melebar ketika mendekati parkiran

Hamparan sawah hijau yang memanjakan mata

Hamparan sawah hijau yang memanjakan mata

Jalan aspal menanjak mengindikasikan kalau parkiran sudah dekat

Jalan aspal menanjak mengindikasikan kalau parkiran sudah dekat

Tanaman hijau sepanjang jalan aspal

Tanaman hijau sepanjang jalan aspal

Bekicot yang merayap dibawah dedaunan

Bekicot yang merayap dibawah dedaunan

Jalur menanjak masih menemani Putu Eka Jalan Jalan utnuk sampai ke tempat kami memarkir kendaraan kami. Jalanan masih asri dengan tumbuhan hijau di tepi jalan, dimana kami juga menemukan Bekicot yang merayap pelan dibawah dedaunan yang basah terkena air hujan. Kecepatan jalan kami di jalan menanjak sudah mirip kecepatan jalannya si Bekicot. Ah…. Slow but sure..

Air Terjun Kroya, Putu Eka Jalan Jalan akan kembali lagi untuk menguji nyali kami meluncur di aliran airmu. Tunggu kami datang kembali…..

What do you think?

Name required

Website