facebook icon instagram icon

Air Terjun Yeh Hoo Kecil-kecil Cabe Rawit

Air Terjun Yeh Hoo merupakan air terjun tujuan wisata di Bali yang tidak terlalu tinggi dengan kisaran tinggi 6 meter saja, akan tetapi tersembunyi dengan manisnya di balik kemegahan gaung dari Jatiluwih yang terkenal dengan teraseringnya serta dinobatkan sebagai situs cagar budaya dunia oleh UNESCO. Walaupun tersembunyi, tapi kita dapat dengan mudah menemukan tempat persembunyian dari Air Terjun Yeh Hoo di Banjar Gunungsari Umakayu, Desa Jatiluwih, Tabanan, Bali. Berjarak sekitar 2 jam dari Kuta, Denpasar, Bali

Air Terjun Yeh Hoo dengan Putu Eka Jalan Jalan berada didalamnya

Air Terjun Yeh Hoo dengan Putu Eka Jalan Jalan berada didalamnya

Putu Eka Jalan Jalan sedang bermain air di Air Terjun Yeh Hoo

Putu Eka Jalan Jalan sedang bermain air di Air Terjun Yeh Hoo

Terbayang mengunyah Laklak Biu Penebel yang masih mengepul hangat yang membuat Putu Eka Jalan Jalan terdampar di Air Terjun Yeh Hoo. Perut masih kenyang dengan sarapan ketika menaiki kendaraan yang akan dipakai menuju Laklak Biu. Nah kalau perut masih kenyang, gimana kita bisa ngunyah Laklak Biu ya? Berpalinglah kita dulu menuju Jatiluwih buat cuci mata sambil nurunin sarapan yang sudah ngeganjel perut gendut kita. Tepok-tepok perut gendut sexy.

Melewati jalan yang tidak mulus berliku, melewati desa-desa yang masih asri di Tabanan. Menjanjikan mata terpuaskan dengan pemandangan hijau disertai parfum alami dari peternakan ayam disebelah kanan kiri jalan. Akhirnya kami mengerti kenapa perternakan itu harus jauh dari rumah penduduk, agar parfumnya tidak bikin warga pingsan. Hahahahha…

Berbelok kekiri dari jalanan menurun dan melewati jembatan, bertemulah kita loket tiket untuk masuk ke Jatiluwih. Nah disinilah drama dimulai, selain membayar tiket masuk, kita juga diharuskan membayar biaya tambahan dikarenakan membawa DSLR, dianggap kita melakukan pemotretan komersial. Merasa tidak setuju akan anggapan tersebut, kami kemudian membatalkan berkunjung ke Jatiluwih dan mencari alternatif lain.

Belokan jalan melewati jembatan sebelum loket tiket

Belokan jalan melewati jembatan sebelum loket tiket

Loket tiket masuk ke Jatiluwih disebelah kiri jalan

Loket tiket masuk ke Jatiluwih disebelah kiri jalan

Menoleh ke kanan, mata kami tertumbuk pada sebuah spanduk yang bertuliskan Air Terjun Yeh Hoo, mencoba peruntungan kami beranjak menuju air terjun dengan menapaki jalanan yang menanjak sekitar 350an meter. Buat yang membawa mobil, diharapkan berhati-hati dikarenakan jalan menuju air terjun hanya cukup untuk satu mobil. Terguncang-guncang sebentar karena jalan yang sudah disemen ternyata tidak semulus kelihatannya, disebelah kanan ada penunjuk yang memberitahukan untuk parkir bagi yang mau ke Air Terjun Yeh Hoo. Parkirannya masih dari tanah berumput dan bisa dibilang tidak terlalu luas, untuk mobil bisa lah menampung 3-4 mobil, motor bisalah sampe puluhan. Dengan catatan tidak ada mobil yang parkir. Didekat parkiran juga ada warung yang buka biasanya ketika banyak pengunjung. Saat Putu Eka Jalan Jalan sich tutup, mungkin dikarenakan hujan sedari pagi yang membuat pemilik warung akhirnya memutuskan untuk tidak berjualan.

Penunjuk arah menuju air terjun

Penunjuk arah menuju air terjun

Jalan menanjak ke air terjun yang sudah berjerawat

Jalan menanjak ke air terjun yang sudah berjerawat

Hamparan persawahan yang mulai menguning di tepi jalan menuju air terjun

Hamparan persawahan yang mulai menguning di tepi jalan menuju air terjun

Jalan menanjak yang sudah disemen basah kena hujan

Jalan menanjak yang sudah disemen basah kena hujan

Penunjuk arah menuju tempat parkir air terjun

Penunjuk arah menuju tempat parkir air terjun

Tempat parkir untuk mobil dan motor yang masih dari tanah

Tempat parkir untuk mobil dan motor yang masih dari tanah

Besaran dana yang perlu dibayarkan untuk masuk ke air terjun

Besaran dana yang perlu dibayarkan untuk masuk ke air terjun

Setelah membayar tiket masuk seharga IDR. 5000 untuk dewasa dan IDR. 3000 untuk anak-anak, kita pun melangkahkan kaki menuju Air Terjun Yeh Hoo. Lebih murah daripada tiket masuk ke Air Terjun Banyu Wana Amertha. Jalan menuju air terjun sudah disemen, undakan meliuk turun juga sudah disemen, jadi memudahkan kita pengunjung untuk melangkah. Membelah ladang-ladang penduduk sekitar dengan ditemani rerumputan, pohon pisang disebelah kanan-kiri jalan setapak. Tidak hanya pohon pisang, ada juga pohon tinggi lainnya yang kami tidak tahu namanya. Pohon bambu pun tidak lupa menyapa kami dengan suara gesekan daunnya yang khas ketika teritup angin. Sesampainya didasar undakan, Nampak juga air terjun super kecil yang Nampak mengalir diantara rerimbunan. Airnya menyegarkan ketika disentuh. Menurut pengelola, banyak pengunjung yang salah sangka, menganggap air terjun super kecil ini sebagai Air Terjun Yeh Hoo. Selain itu nampak persawahan yang berwarna kuning tanda bahwa padi sudah siap untuk dipanen. Menyenangkan melihat selingan warna kuning diantara hamparan kehijauan.

Pepohonan didekat tempat parkir air terjun

Pepohonan didekat tempat parkir air terjun

Pepohonan besar yang berada disepanjang jalan

Pepohonan besar yang berada disepanjang jalan

Putu Eka Jalan Jalan sedang menuruni undakan menuju air terjun

Putu Eka Jalan Jalan sedang menuruni undakan menuju air terjun

Menuruni puluhan undakan menuju air terjun

Menuruni puluhan undakan menuju air terjun

Undakan yang melingkar melewati pepohonan bambu

Undakan yang melingkar melewati pepohonan bambu

Pepohonan bamboo dengan gemerisik daunnya yang khas

Pepohonan bamboo dengan gemerisik daunnya yang khas

Jalan menuju air terjun yang membelah pepohonan bambu

Jalan menuju air terjun yang membelah pepohonan bambu

Putu Eka Jalan Jalan yang sedang berada diantara pohon bambu

Putu Eka Jalan Jalan yang sedang berada diantara pohon bambu

Air terjun mini yang bisa kita temui ketika berjalan menuju air terjun Yeh Hoo

Air terjun mini yang bisa kita temui ketika berjalan menuju air terjun Yeh Hoo

Putu Eka Jalan Jalan berada diantara padi yang menguning

Putu Eka Jalan Jalan berada diantara padi yang menguning

Padi menguning yang sudah siap panen

Padi menguning yang sudah siap panen

Berbelok kekiri menyusuri aliran air sungai ke hulu menuju Air Terjun Yeh Hoo, dilingkupi tumbuhan-tumbuhan hijau, diselingi dengan tumbuhan pakis yang besar. Aliran air sungai mengalir dengan tenang diantara bebatuan yang terdapat ditengah aliran air sungai. Gimana ya rasanya aliran cinta didalam hatimu? Wekekekekek…..

Putu Eka Jalan Jalan berjalan disepanjang aliran sungai

Putu Eka Jalan Jalan berjalan disepanjang aliran sungai

Nampak bebatuan besar berada disepanjang aliran sungai

Nampak bebatuan besar berada disepanjang aliran sungai

Jalan setapak menuju air terjun dengan pepohonan dikanan kiri jalan

Jalan setapak menuju air terjun dengan pepohonan dikanan kiri jalan

Tanaman pakis yang besar tumbuh di tepian aliran sungai

Tanaman pakis yang besar tumbuh di tepian aliran sungai

Aliran air sungai dari air terjun yang Nampak segar

Aliran air sungai dari air terjun yang nampak segar

Pagar tempat meditasi yang terbuat dari bambu

Pagar tempat meditasi yang terbuat dari bambu

Disebelah kiri, didalam pagar bambu, kita akan melihat sebuah bangunan yang Nampak sebagai tempat untuk melakukan kegiatan spiritual. Memang tempat ini sangat tenang, jadi sangat cocok bagi para pelaku spiritual untuk melakukan meditasi dan menyatu dengan alam. Sekali lagi menurut pengelola, dulu pada areal bangunan meditasi itu merupakan sawah, dikarenakan kurangnya cahaya matahari yang mencapai padi oleh karena kerindangan pohon sehingga terjadi gagal panen, maka dirubahlah menjadi tempat meditasi.

Gapura masuk menuju tempat meditasi

Gapura masuk menuju tempat meditasi

Area halaman tempat meditasi yang nampak menghijau

Area halaman tempat meditasi yang nampak menghijau

Nah diujung tempat meditasi merupakan tempat Air Terjun Yeh Hoo. Berada dicerukan tebing yang ditutupi tumbuhan hijau dengan tinggi kisaran 6 meter. Terlihat tidak begitu tinggi, tapi deburan airnya cukup keras sehingga bisa dibilang Air Terjun Yeh Hoo itu kecil-kecil cabe rawit. Banyak batuan besar berada disekitar air terjun, serta ditutupi tumbuhan sebangsa lumut. Disekitar air terjun juga ada pohon bambu sehingga banyak guguran daun bambu disekitar bebatuan.

Air Terjun Yeh Hoo terlihat asri sebagai tujuan wisata Bali

Air Terjun Yeh Hoo terlihat asri sebagai tujuan wisata Bali

Pepohonan hijau yang melingkupi air terjun

Pepohonan hijau yang melingkupi air terjun

Putu Eka Jalan Jalan berdiri di batuan air terjun

Putu Eka Jalan Jalan berdiri di batuan air terjun

Air Terjun Yeh Hoo di Banjar Gunungsari Umakayu, Desa Jatiluwih, Tabanan, Bali

Air Terjun Yeh Hoo di Banjar Gunungsari Umakayu, Desa Jatiluwih, Tabanan, Bali

Putu Eka Jalan Jalan berada di dasar Air Terjun Yeh Hoo

Putu Eka Jalan Jalan berada di dasar Air Terjun Yeh Hoo

Air Terjun Yeh Hoo berada dibelakang Putu Eka Jalan Jalan

Air Terjun Yeh Hoo berada dibelakang Putu Eka Jalan Jalan

Melangkah didalam air di air terjun

Melangkah didalam air di air terjun

Putu Eka Jalan Jalan duduk sambil menikmati ketenangan di air terjun

Putu Eka Jalan Jalan duduk sambil menikmati ketenangan di air terjun

Guguran daun Bambu dari pohon Bambu sekitar

Guguran daun Bambu dari pohon Bambu sekitar

Putu Eka Jalan Jalan berendam di dasar terjun

Putu Eka Jalan Jalan berendam di dasar terjun

Tidak lengkap rasanya kalau sudah ke air terjun itu tidak membasahi diri dengan kesegaran air dari Air Terjun Yeh Hoo. Jangan lupa pemanasan dulu ya biar otot-otot kita tidak menjadi kaku karena terkena air dingin secara tiba-tiba. Rencana awalnya sich pengen berada di bawah deburan air terjun, akan tetapi karena deburannya cukup keras, diurungkanlah niatnya. Jadinya hanya bermain air diseputar deburan airnya saja. Oh iya, dasar air terjun sendiri bukan dari pasir, akan tetapi dari tumpukan bebatuan yang ketika diinjak akan terlepas ke kiri dan ke kanan, jadi agak sukar untuk diinjak.

Putu Eka Jalan Jalan bermain air di Air Terjun Yeh Hoo

Putu Eka Jalan Jalan bermain air di Air Terjun Yeh Hoo

Membasahi diri disini serasa sebagai seorang VIP alias Very Important Person, secara cuma seorang diri saja yang menguasai areal air terjun saat itu, karena nggak ada pengunjung lain sich. Hahahahhaha… Terlintas dalam pikiran, ada bidadari yang turun kesini untuk mandi nggak ya?

Keriaan terhenti karena gerimis hujan mulai turun. Karena berada di ketinggian, maka daerah Air Terjun Yeh Hoo mudah untuk turun hujan. Terburu-buru kami pun berkemas-kemas serta berganti baju dan memakai jas hujan. Berjalan ke parkiran, hujan bertambah deras, air sungai pun debit airnya bertambah deras. Brrrrr……air hujannya dingin banget. Di areal parkir pun kami beristirahat disebelah warung yang tutup sambil menikmati hujan yang turun.

32 comments

  1. Himawan Sant says:

    Waah keren bentuk air terjun Yeh Hoo, bli …
    Melengkapi keindahan Jatiluwih yang diakui Unesco 👍

    Tepat banget abis nyebur di segernya air terjun Yeh Hoo, dilanjutin nikmatin laklak biu ☺

  2. Risna says:

    Pengen loncat dari atas trus bilah yahoop gitu Xixixi

  3. Ivlay Fus says:

    Jadi otot otot harus dipanasi sebelum terjun ke air terjun itu, gimana Kalau berdiang di api unggun Ya… Hehehe… By the way photo photo nya natural dan ciamik.

  4. tuteh says:

    Untuk lokasi yang jauh dari hirukpikuk kota, ditata dan dikelola dengan sangat baik (menurut saya ini sangat baik karena ada setapaknya serta bersih/asri), sumbangan untuk perbaikan jalan yang hanya Rp 5.000 itu sangat muraaaaaah. Tempat ini bisa jadi pilihan orang-orang yang gemar yoga juga. Sadap lah pokoknya.

  5. Aku beberapa kali mendengar nama air terjun ini. Tapi 3x ke Bali kayanya belum cukup untuk mengeksplore Pulau Bali keseluruhan. Sering salah nyebut nama Jatiliwuh atau Jatiluwih. Sering kebalik. Mungkin kali lain, aku harus mampir ke air terjun ini ya. 😀

  6. vika says:

    Saya jadi salfok sama perut one packnya kang putu eka hahahaa.. Tapi lebih keren lagi pemandangan di air terjunnya ya kang,, seger2 gimana gitu apalagi siang2 panas main di air terjun

  7. Dwi siswanto says:

    Suasana alamnya sangat indah ya mas,,,jadi pengin kesana nih..

  8. DWISU WEB ID says:

    What? bawa kamera DSLR harus bayar….diskriminasi ini sih….emang orang awam gak boleh kamera ini. Air nya bening ya Bli…banyak ikannya nggak ? Asyik juga kalau jadi spot mancing

    • Ya beberapa tempat wisata sudah mulai menerapkan seperti itu mas, kalau cuma pake henpon aja sich bisa.

      Nggak ada ikannya sich mas setahuku, kalaupun ada paling sudah pingsan kena air bekas mandiku mas. Hahahahaha

  9. Wow baru tau saya ada air terjun cantik di bali karena biasanya di bali hanya lautnya saja yang terkenal bagus. Perjalanannya bagai naik-naik kepuncak gunung yaa jauh sekali. Spot air terjun kayaknya cantik kalau dijadikan prewedd ya hahaha.

  10. Ajeng Veran says:

    Kok saya malah suka lihat foto suasana tanah basahnya itu ya bli eka. Adem. Hehe dan nggak kebayang gimana segernya rasa saat denger air terjun di rimbunan daun. Maklum belum pernah ke air terjun.

    • Memang beda ya rasa melihat tanah basah terkena air ataupun hujan, dibandingkan dengan melihat tanah yang kering, jauh banget bedanya. Cobain jalan dan maen ke air terjun, dijamin ketagihan 😁😁😁😁

  11. Dyah says:

    Wah, tempatnya cantik. Tapi nama Yeh Hoo itu artinya apa ya?

  12. Sekilas jadi kangen aroma air terjun dan bau pepohonan ..

  13. Fidy Sandri says:

    Wuih air terjun Yeh Hoo ini kecil-kecil cabe rawit ya? Karena telah diakui oleh Unesco…
    Salut dech sama air terjun Yeh Hoo ini.. Tampaknya seger banget kalau nyebur di sekitar air terjun.
    Nice place .. Amazing water fall…:)

  14. maschun says:

    segar bugar, walaupun kecil kecilan tapi air terjun ini indah sekali, mantap mania

Leave a Reply