facebook icon instagram icon

Padang Bunga Kasna Si Cantik Edelweis dari Bali

Bunga Kasna yang seputih salju sering disebut sebagai Edelweiss dari Bali yang terkenal sebagai bunga abadi yang hanya tumbuh diketinggian lereng dan puncak gunung. Selain membawa sensasi musim dingin bersalju dengan warna putihnya, bunga Kasna juga berbau wangi yang dipakai juga sebagai persembahan oleh umat Hindu di Bali.

Putu Eka Jalan Jalan berada di Padang Bunga Kasna Temukus Bali

Putu Eka Jalan Jalan berada di Padang Bunga Kasna Temukus Bali

Bunga Kasna dengan warnanya yang seputih salju

Bunga Kasna dengan warnanya yang seputih salju

Putu Eka Jalan Jalan Melangkah diantara Padang Kasna

Putu Eka Jalan Jalan Melangkah diantara Padang Kasna

Bali terkenal dengan pantainya yang bikin kita ngiler ( duhhhh…..bentar-bentar…lap iler dulu yang ngucur liatin pantai di Bali) juga air terjun yang eksotis dan penguji nyali seperti air terjun Kroya, nah kita nggak akan menemui Bunga Kasna di pantai-pantai Bali ataupun dilokasi lainnya kecuali di lereng gunung Agung serta di kaki gunung Agung yang lokasinya bernama Temukus Kecamatan Rendang Kabupaten Karangasem Bali. Bunga Kasna menghampar putih di kebun-kebun penduduk di Temukus yang berhawa sejuk. Tidak salah kalau disebut dengan Padang Bunga Kasna. Temukus sendiri membutuhkan waktu sekitar 3 jam untuk kita capai dari daerah Kuta. Sesuatu yang indah pasti kita harus bersusah susah dulu untuk mencapainya. Jangan sampe baper keingetan mantan ketika dalam perjalanan ya…. Patokannya cari pura Besakih yang meruapakan pura terbesar di Bali, nah dari sana tinggal ditanyakan ke penduduk setempat karena banyak jalan bercabang menuju Padang Bunga Kasna. Tidak usah khawatir akan menjumpai jalanan yang berlubang karena jalan sudah dilapisi beton dan hanya bisa dilalui satu mobil saja. Tapi lubang hatiku siapa yang akan mengisi ya?

Perjalanan menuju Padang Kasna dari pura Besakih sedikit menanjak dengan jalan yang bercabang-cabang serta diselingi dengan rumah penduduk diantara kebun bunga. Hawa bertambah sejuk ketika kita mendekati Padang Kasna. Pepohonan mulai berubah jenisnya ke pepohonan yang hanya hidup jauh dari permukaan air laut. Bunga Kasna hanya bisa tumbuh dan berkembang di lereng dan kaki gunung Agung, sudah ada yang berusaha untuk membudidayakan di tempat lain tapi tidak ada yang berhasil. Berdasarkan cerita dari penduduk, Bunga Kasna ini merupakan anugrah dari Tuhan untuk warga di Temukus. Kasna dipanen 6 bulan sekali sekitar sebulan sampai seminggu sebelum hari raya Galungan umat Hindu. Keranjang-kerang berisi Bunga Kasna akan membanjiri pasar-pasar didaerah Temukus sampai ke kota Denpasar.

Jalan menanjak menuju Padang Kasna

Jalan menanjak menuju Padang Kasna

Rumah dengan arsitektur Bali diantara kebun bunga

Rumah dengan arsitektur Bali diantara kebun bunga

Penduduk sedang melaju menuju Padang Kasna

Penduduk sedang melaju menuju Padang Kasna

Padang Bunga Kasna sejatinya adalah hamparan dari perkebunan penduduk Temukus. Tanaman Kasna berbentuk seperti semak-semak dengan dedaunan yang berwarna putih dengan tinggi rata-rata sekitar sepaha orang dewasa. Berbau wangi ketika masih segar dan ketika sudah kering. Mungkin ada yang tertarik menjadikannya sebagai parfum?

Bunga Kasna yang seputih salju

Bunga Kasna yang seputih salju

Kasna berbentuk seperti semak-semak

Kasna berbentuk seperti semak-semak

Tetes embun diujung Kasna

Tetes embun diujung Kasna

Padang Kasna yang tumbuh di tanah berbatu

Padang Kasna yang tumbuh di tanah berbatu

Putu Eka Jalan Jalan berada diantara Padang Kasna

Putu Eka Jalan Jalan berada diantara Padang Kasna

Kabut menyergap dengan pelan ketika kami sampai di Padang Kasna. Warna seputih salju membawa imajinasi kita melayang ke negara-negara yang bersalju. Terbayang ketika bercanda tawa di salju dengan mantan, Ihiy…berlari-lari kecil sambil pegangan tangan #keselekstikgolf . Hawa dingin dan wanginya Kasna merupakan gabungan yang cukup berbahaya bagi pengunjung yang dalam keadaan baper ketika melangkah diantara hamparan Kasna. Bayang-bayang mantan akan terbayang jelas di mata. Sedangkan bagi pasangan yang sedang mabuk kepayang, akan membuat rasa mereka lebih menggelora. Betah rasanya untuk berada di Padang Kasna dengan kabut, suhu yang cukup dingin serta wangi dari Kasna itu sendiri. Menenangkan jiwa serta mengisi tenaga untuk menghadapi hari kerja dikeesokan hari yang penuh dengan tekanan dan polusi. Meditasi diantara Padang Kasna sepertinya menggoda untuk dilakukan.

Kabut menyambut Putu Eka Jalan Jalan ketika sampai di Padang Kasna

Kabut menyambut Putu Eka Jalan Jalan ketika sampai di Padang Kasna

Angkat topi untuk keunikan dari Padang Kasna

Angkat topi untuk keunikan dari Padang Kasna

Merasakan keharuman dari Bunga Kasna yang harum mewangi

Merasakan keharuman dari Bunga Kasna yang harum mewangi

Kegembiraan terbebas dari #baper karena Padang Bunga Kasna

Kegembiraan terbebas dari #baper karena Padang Bunga Kasna

Melakukan peregangan diantara bunga Kasna

Melakukan peregangan diantara bunga Kasna

Jangan lupa untuk tetap menjaga kondisi Padang Kasna ya teman-teman, jangan dinjak-injak ataupun dirusak. Jagalah seperti kita mejaga belahan hati kita yang tersayang.

Oh Padang Kasna, aku tidak ingin beranjak dari tempat ini

Oh Padang Kasna, aku tidak ingin beranjak dari tempat ini

Angin dingin berhembus membelai Putu Eka Jalan Jalan

Angin dingin berhembus membelai Putu Eka Jalan Jalan

Keriaan diantara Padang Kasna

Keriaan diantara Padang Kasna

Update 25 Agustus 2018 :

Sempat terkena semburan abu vulkanis dari Gunung Agung yang membuat Padang Bunga Kasna menjadi hancur, sekarang kembali ditanam dengan tambahan Bunga Gumitir beserta dibangunnya anjungan dari bahan kayu, sehingga kita bisa menikmati tanaman Kasna dari ketinggian. Selain itu dibangun pula huruf-huruf seperti di Hollywood berwarna putih bertuliskan White Valley Eternity. Selain itu di anjungan ada huruf seperti di Hollywood berwarna kuning bertuliskan Pondok Edelweis Bali. Sedangkan di panggung berundak dengan tanaman Kasna dalam polibag, tertulis Edelweis. Dibentuk juga bentuk hati menggunakan Bunga Gemitir di tengah Padang Bunga Kasna. Putu Eka Jalan Jalan mendapatkan info dari teman kami yaitu Ni Luh Purie (@yoga_nipurie). Sudah terkena wabah tempat-tempat pariwisata yang menggunakan anjungan yang bermula di Yogyakarta. Tapi ada sisi positifnya, dengan adanya anjungan seperti ini, pengunjung bisa bebas berselfie ria tanpa takut merusak Padang Kasna

Padang Bunga Kasna yang dibangun kembali setelah erupsi Gunung Agung

Padang Bunga Kasna yang dibangun kembali setelah erupsi Gunung Agung

Teman Putu Eka Jalan Jalan yang bernama Ni Luh Purie sedang duduk di area Bunga Gemitir White Valley Eternity

Teman Putu Eka Jalan Jalan yang bernama Ni Luh Purie sedang duduk di area Bunga Gemitir White Valley Eternity

Anjungan di Padang Bunga Kasna yang bernama Pondok Edelweis Bali

Anjungan di Padang Bunga Kasna yang bernama Pondok Edelweis Bali

Teman Putu Eka Jalan Jalan yang sedang berkunjung ke White Valley Eternity

Teman Putu Eka Jalan Jalan yang sedang berkunjung ke White Valley Eternity

6 comments

  1. Risna says:

    Bunganya Kawai.. banget bli… sayang di sini gak ada 😞

  2. erma says:

    kalau saya datang bulan agustus apakah akan menemukan situasi yg sama spt di gambar?

    • Bunga Kasna biasanya berbunga maksimal dua kali setahun pada saat dua minggu sebelum Hari Raya Galungan (hari raya nya umat Hindu), Tahun ini jatuh pada bulan Desember dan tahun depan pada saat bulan Juli

  3. Rifka says:

    Mbak mau tanya ada HTM nya kah masuk tempat ini?

What do you think?

Name required

Website