Pajenengan Riverside Glamping dengan viewnya yang memukau serasa surga jatuh ke bumi

Pajenengan Riverside  Glamping merupakan serpihan surga yang terlepas dan terjatuh di bumi Buleleng Bali. Berlokasi di Pegadungan, Kecamatan Sukasada, Kabupaten Buleleng, Provinsi Bali. Pegadungan sendiri dekat dengan kumpulan air terjun di Buleleng. Sehingga tidak heran Pajenengan RIver Side Glamping terletak di lembah yang menghijau dengan aliran sungai jernih tepat mengalir di sampingnya.

Pajenengan Riverside Glamping dengan viewnya yang indah
Pajenengan Riverside Glamping dengan viewnya yang indah
Duduk santai dijaring depan tenda sambil menikmati keindahan dari alam sekitar Pajenengan Riverside Glamping
Duduk santai dijaring depan tenda sambil menikmati keindahan dari alam sekitar Pajenengan Riverside Glamping
Kolam renang Pajenengan Riverside Glamping yang airnya segar
Kolam renang Pajenengan Riverside Glamping yang airnya segar

Bagi yang lebih suka menonton video, bisa dilihat di channel youtubenya Putu Eka Jalan Jalan ya

Cukup lama Putu Eka Jalan Jalan tidak menikmati keindahan alam dari pulau Dewata dikarenakan cuaca yang kurang mendukung. Bidadari konyol pun sekarang sudah pulih 100 persen dari operasinya. Bidadari konyol pun langsung menarik-narik Putu Eka Jalan Jalan untuk staycation di tempat yang bisa dibilang luar biasa.

Perjalanan kali ini dimanjakan dengan kehijauan serta naik turunnya jalan menuju ke arah Buleleng dari Denpasar. Sesampai ke Bedugul, kita juga bisa berkunjung ke Munduk, dimana ada air terjun keren Bernama air terjun Banyu Wana Amertha. Setelah berbelok kekanan dari jalan shortcut Bedugul SIngaraja, jalan mulai menyempit dan dan berkelok naik turun. Tambah syahdu pula dengan kabut yang mulai menyelimuti. Setelah 15 menit berkendara, kami berbelok ke kanan menuju jalan lurus turunan yang dibeton dengan perkebunan cengkeh warga di kiri dan kanan. Turunan kali ini lumayan menguras kemampuan rem kendaraan yang kami gunakan. DIsarankan untuk berhenti selang berapa lama untuk mendinginkan rem kendaraan untuk mengantisipasi kendaraan yang kalian pakai remnya tidak bisa berfungsi sebagaimana mestinya.

Kami menempuh jalannan menurun ini sampai diujung, jadi jalan ini jalan buntu ya. Untuk mobil nanti diparkir di dekat jalan besarnya, sedangkan untuk motor bisa kita bawa melalui jalan setapak yang dipakai warga untuk beraktivitas ke ladang menuju tempat parkir yang sudah disediakan oleh pengelola.

Dari parkiran motor, glampingnya sudah dekat. tinggal menuruni jalan setapak yang sudah disemen.Berbelok kekanan menuruni undagan kayu, kita akan dimanjakan dengan pemandangan indah 3 tenda Pajenengan River Side Glamping di lembah Desa Pegadungan yang berdiri diatas panggung kayu dengan tiang beton ditepi aliran sungai yang mengalir berbentuk huruf S. Sepanjang mata memandang cuma ada kehijuan dari tanaman yang menutupi lereng yang serasa mengelilingi area glamping. Indah banget dah.

Menuruni undagan kayu menuju area glamping
Menuruni undagan kayu menuju area glamping

Pajenengan River Side Glamping merupakan glamping dengan view yang memukau mata. Berada di cerukan lembah menghijau dengan aliran sungai yang bening dan segar. Serasa serpihan surga yang terjatuh di dunia dengan segala kedamaian dan keindahannya yang tiada duanya. Walaupun butuh perjuangan untuk sampai disini.

Pajenengan Riverside Glamping dengan viewnya yang memukau serasa surga jatuh ke bumi
Pajenengan Riverside Glamping dengan viewnya yang memukau serasa surga jatuh ke bumi

Terdiri dari 3 glamping dengan double room tent dimana area pertama difungsikan sebagai area untuk duduk yang dilengkapi dengan meja, pemanas air, air mineral, Uno stack games, air mineral, juga tissue. Selain itu tersedia colokan listrik untuk kita charge gadget kita. Untuk area kedua difungsikan sebagai ruang tidur yang berisi karpet, kasur angin dengan dua bantal serta selimut hangat. tidak lupa juga handuk. Oh iya ada lampu camping kecil yang tergantung di atap tenda.

View area pertama dari area kedua
View area pertama dari area kedua
Area kedua dari double room tent
Area kedua dari double room tent

Ada tiga glamping tersedia, untuk view terbaik disarankan untuk bisa dapat tent yang nomor satu, tapi tenda yang lain juga tetap mendapatkan view yang indah. Pada malam ini kami menginap di tenda nomor dua.

Setiap tenda terdapat semacam balkon dengan jaring yang menjorok ke arah sungai. Berbaring santai dan gaya memandang ke arah aliran sungai dengan tumbuhan hijau disekitarnya.

Bersantai diatas jaring didepan tenda Pajenengan Riverside Glamping
Bersantai diatas jaring didepan tenda Pajenengan Riverside Glamping

Tersedia satu kamar mandi sharing yang terletak sekitar 100 meter ke arah barat dari lokasi tenda. Kamar mandinya bersih. Tersedia shower dan juga toilet duduk. Sayangnya belum tersedia air hangat.

Kalau kesini, tidak lengkap rasanya tanpa bermain air. Tersedia kolam renang di tepi aliran sungai yang bisa kalian gunakan apabila aliran air sungainya dirasa terlalu deras. Air kolamnya terus berganti karena berasal langsung dari aliran sungainya.

Bermain air di kolam yang airnya segar
Bermain air di kolam yang airnya segar

Bagi yang merasa berendam di kolam renang kurang menantang, bisa bermain air di aliran sungainya yang mengalir cukup deras. Airnya terasa sejuk menyegarkan, bukan dingin menggigil ya.

Berendam di sungai yang alirannya menggelora
Berendam di sungai yang alirannya menggelora

Selain itu terdapat meja kursi dari kayu di sepanjang aliran sungainya yang kalian bisa gunakan untuk duduk dan bercengkrama dengan bidadari konyol, eh..ehhh…. maksudnya pasangan tercinta kalian. Buat para buaya, ini tempat pas banget buat meluncurkan jurus-jurus kalian.

Meja dan kursi yang terdapat di sepanjang aliran sungai
Meja dan kursi yang terdapat di sepanjang aliran sungai

Di perkotaan kita biasanya mendengar suara bising dari kendaraan dan mesin-mesin lainnya, di Pajenengan Riverside Glamping ini kita kembali ke suara alam seperti suara aliran air sungai, suara daun bergesek tertiup angin serta suara-suara binatang liar seperti oncret oncret. Bagi penyuka suara alam akan sangat damai sekali rasanya.

Semakin malam suara serangga akan semakin banyak kita dengar. Pas sekali rasanya untuk bercengkrama di jaring depan tenda bersama yang tercinta dengan diterangi dari lampu diatas tenda. Tiap tenda ada satu lampu yang terletak diatas tenda.

Semakin malam dan sang kantuk pun menyapa, kami merangkak kedalam tenda dan menarik selimut hangat. Syukurnya udara malam ini tidak terlalu dingin, jadi masih nyaman untuk beristirahat. Beberapa lama berselang, dalam tidurnya Bidadari Konyol malah ngigau “kecilin volume air sungainya donk, biar suara indahku terdengar oleh para serangga, bahahahah….

Tertidur dengan nyaman walaupun beberapa kali didorong sama Bidadari konyol sampai keluar kasur. Mending tidur diatas meja di tepi aliran air sungai aja kalo gini.Pagi pun menyapa dengan syahdunya. Menyempatkan diri untuk berendam di kolam sambil menunggu sarapan disiapkan oleh penglola.

Putu Eka Jalan Jalan berendam di kolam yang berada ditepian sungainya Pajenengan
Putu Eka Jalan Jalan berendam di kolam yang berada ditepian sungainya Pajenengan
Duduk santai menikmati suasana kolam dan sungai di Pajenengan
Duduk santai menikmati suasana kolam dan sungai di Pajenengan

Sarapannya keren guys.. Sarapannya disiapkan di meja yang berlokasi di tepi sungai. Belum pernah kan kalian sarapan ditepi sungai?

Sekitar jam 8.30 sarapan sudah siap disantap di tepi sungai. Sarapannya berupa nasi goreng dengan bumbu Bali dengan sayur buncis lalu diatasnya ada telor ceplok disertai segelas es jeruk. Yang menarik adalah sedotan dari es jeruknya terbuat dari tanaman, bukan dari plastik atau kertas ya. Jadi sangat mendukung program pemerintah untuk tidak memakai sedotan dari plastik lagi. Romantis banget dah makan pagi berdua ditepi aliran sungai dengan iringan musik dari para serangga.

Sarapan pagi Pajenengan Riverside Glamping yang mengggugah selera ditepi sungai
Sarapan pagi Pajenengan Riverside Glamping yang mengggugah selera ditepi sungai

Ada hal yang nggak mengenakkan terjadi ketika kami disini. Kejadiannya adalah ketika kami harus kembali ke peradaban di perkotaan, sangat-sangat tidak mengenakkan rasanya. Tapi kami harus tetap kembali. Sampai jumpa Pajenengan Riverside Glamping, semoga alammu tetap asri terjaga.

4 Comments

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *