facebook icon instagram icon

Pantai Tampih Sunset Terbaik Ditemani Nyiur Penyendiri

Pantai Tampih mempunyai tawaran yang tidak bisa kita tolak diantara pantai yang sudah terlalu mainstream seperti Pantai Kuta, Pantai Seminyak yaitu sunsetnya yang menggoda dan memanjakan mata dengan lambaian nyiur yang menyendiri diatas tebing. Lambaikan hatimu padaku donk… Emang cucian kering dilambai-lambaikan kak? Pantai Tampih sendiri terletak didalam wilayah Banjar Adat Batu Tampih, Kediri Tabanan. Tabanan terkenal dengan penghasil beras terbesar dibali, karena itu kalian akan dimanjakan oleh hamparan kehijauan padi ketika menuju Pantai Tampih.

Sunset di Pantai Tampih dengan siluet Putu Eka Jalan Jalan
Sunset di Pantai Tampih dengan siluet Putu Eka Jalan Jalan
Matahari sudah kembali ke peraduannya di Pantai Tampih
Matahari sudah kembali ke peraduannya di Pantai Tampih

Pencarian pantai Tampih berawal  dari kebosanan akan pantai-pantai mainstream yang itu-itu saja. Kayak ketemu orang yang itu-itu saja, loe lagi-loe lagi. Bocen kaka…. Sebelumnya kita ketemu dengan pantai anti-mainstream di Tabanan bernama Pantai Pasut

Bermodalkan bensin setangki, eh salah, sebagai warga Negara yang baik harusnya kita tidak bergantung pada bensin subsidi, jadilah kita bermodalkan pertamax setangki (sombong dikit, don’t rich people difficult lahhh) bertolaklah kita dari pantai paling mainstream di Bali yaitu pantai Kuta. Mengarah kebarat kita mencari kitab suci (emang Sun Go Kong kak? ) maksudnya mengarah ke barat menjauhi tempat mainstream.

Melewati daerah Canggu yang berkembang pesat akhir akhir ini serta mengarah ke arah wisata mainstream lainnya yaitu Tanah Lot. Kami tidak singgah disana, kami melanjutkan kebarat melalu jalan yang agak bikin kami bergoyang (tarik maaangggg….. Tepok jidat, emang konser dangdut keliling kak).

Panas Matahari lumayan ceria hari ini yang bikin kami merindukamn tetesan air syurga diantara kerongkongan kami. Eits ada warung dengan penjualnya yang cantik ( dasar buaya konyol, lihat aja yang bening) mampir ah beli susu segar. Woy fokus woy…. Susu dalam kemasan, bukan susu cap nona cantik.

Sambil menyeruput susu segar dingin, sedingin hatimu yang menolak akyu kesekian kali…. Mata tertumbuk pada sekelompok  pemuda yang ganteng-ganteng ( iyalah ganteng, lelaki semua) yang membawa  layangan besar. Iseng lah bertanya, mau diterbangkan dimana? Dengan serempak mereka menjawab Pantai Tampih kak, serasa paduan suara level nasional aja.

Ehhhhh… Pantai Tampih? Kok baru denger? Dengan semangat 45 kami Tanya, dimana itu Pantai Tampih, mereka bilang deket kok dari sini. Berhubung kami tidak tau jalan menuju kesana, kami membuntuti mereka menuju pantai.

Sepanjang jalan mata bener bener dimanjakan oleh hijaunya sawah-sawah yang menghijau. Mirip-mirip kayak mata yang menghijau ketika melihat duit lahhh… hhahahhaa…..

Jalanan pun semakin menyempit ketika mendekati pantai, cuma cukup satu mobil saja, jadi kalo papasan ya mesti gentian, daripada mobilnya berciuman mesra.

Dan sampailah kita di Pantai Tampih, seperti biasa kita akan dihentikan oleh penjaga untuk membayar retribusi, ndak mahal kok, cukup 2 ribu rupiah saja untuk motor dan 5 ribu rupiah untuk mobil. Murah meriah kannnn…..

Karcis tanda parkir untuk di pantai
Karcis tanda parkir untuk di pantai

Tempat parkirnya berada disebelah kiri jalan berupa tanah lapang berbentuk persegi tanpa ada atap sama sekali, kita bebas untuk memarkirkan kendaraan kita dimana saja di dalam area parkir. Tampak juga jukung nelayan yang diparkirkan disana. Kebayang kan ribetnya memarkirkan jukung ke darat. hahahha Ditepian area parkir yang berbatasan dengan pantai, ada warung yang dibuka oleh warga sekitar. #savewarung mari lestarikan warung-warung kecil agar tidak tergerus oleh toko-toko modern yang semakin merambah ke daerah-daerah.

Deretan motor yang sedang diparkir
Deretan motor yang sedang diparkir
Satu mobil sedang parkir dengan perahu tradisional disampingnya
Satu mobil sedang parkir dengan perahu tradisional disampingnya
Warung kecil di tepi pantai
Warung kecil di tepi pantai

Pantai tampih merupakan pantai dengan pasir hitam yang halus dengan kontur yang rata. Diselingi dengan beberapa pohon kecil dekat dengan daratan yang tidak berpasir. Kita bisa memandang dari ujung ke ujung dengan bebasnya karena kontur yang rata. Pada sore ini, tidak terlalu banyak orang yang berjalan-jalan disepanjang pantai. Cocok bagi yang menginginkan pantai yang tidak ramai pengunjung.

Pantai Tampih yang datar dengan rumput kehijauan
Pantai Tampih yang datar dengan rumput kehijauan
Pohon kecil tumbuh diantara pasir
Pohon kecil tumbuh diantara pasir

Para pemuda yang tadi kita ikutin sudah selesai mempersiapkan layangan yang mereka siap terbangkan. Dan wow layangannya ternyata gueedeeeeeee….! Ya tidak segede perut buncitku sich #nyengir Untuk memegang layangannya saja dibutuhkan 6 orang. Talipun direntangkan jauh kedepan untuk memberi ruang penarikan untuk menerbangkan. Dengan aba-aba, para penarik mulai menarik layangan, layangan mengudara dengan anggunnya ditingkahi sinar matahari dari samping. Muka-muka ceria menengadah menyiratkan rasa bahagia karena karya mereka bisa mengudara dengan baiknya diantara birunya angkasa.  Pemuda lainnya nampak menyusul dibelakang mereka dengan membawa penyangga untuk layangannya ketika sudah mendarat nantinya. Pengennya mendarat di hatinya neng aja ah…..

Para pemuda sedang menyiapkan layangannya untuk terbang
Para pemuda sedang menyiapkan layangannya untuk terbang
Penerbangan dilakukan disebelah aliran sungai kecil
Penerbangan dilakukan disebelah aliran sungai kecil
Mulai berlari untuk menerbangkan layangan
Mulai berlari untuk menerbangkan layangan
Layangan mulai terbang mengangkasa di Pantai Tampih
Layangan mulai terbang mengangkasa di Pantai Tampih
Layangan mulai mengangkasa tinggi
Layangan mulai mengangkasa tinggi
Layangan berhasil mengangkasa di langit biru
Layangan berhasil mengangkasa di langit biru
Tampak dua pemuda membawa penyangga untuk layangan
Tampak dua pemuda membawa penyangga untuk layangan

Apabila ingin melihat Tampih secara keseluruhan, kita bisa manaiki ke gundukan yang lebih tinggi berbatasan dengan daratan. Gundukan tersebut masih berpasir tapi sudah ditumbuhi tanaman liar dan kaktus serta dilatar belakangi beberapa pohon kelapa. Pohon kelapanya ndak banyak sich, tidak seperti pohon-pohon kelapa yang di Pantai Pasut yang rapat. Dibawah beberapa pohon kelapa, nampak beberapa sapi yang digembalakan di hijaunya rerumputan. Nampak juga beberapa pehobby motor trail sedang menikmati melajukan motornya melewati gundukan pasir dan melewati padang hijau. Kadang keheningan deburan ombak dipecahkan oleh suara deruman motor yang memekakkan telinga

Putu Eka Jalan Jalan sedang berjalan diantara gundukan pasir
Putu Eka Jalan Jalan sedang berjalan diantara gundukan pasir
Putu Eka Jalan Jalan meloncat diantara gundukan pasir
Putu Eka Jalan Jalan meloncat diantara gundukan pasir
Berdiri diantara tanaman liar Pantai Tampih
Berdiri diantara tanaman liar Pantai Tampih
Para Sapi digembalakan di kehijaun rumput di tepi Pantai Tampih
Para Sapi digembalakan di kehijaun rumput di tepi Pantai Tampih

Ngobrolin kaktus, hati-hati ya melangkah ketika di gundukan, karena terdapat area yang ditumbuhi kaktus, tajem booookkk…. Tidak setajam bibirmu yang menyakiti hatiku #hiks . Kaktusnya berbentuk pipih seperti daun yang kaku dan berduri tajam.

Menguji kekebalan dengan berdiri ditengah tanaman kaktus
Menguji kekebalan dengan berdiri ditengah tanaman kaktus

Dari ketinggian gundukan, kita juga bisa melihat sungai yang bermuara di Pantai Tampih. Sunset dengan aliran sungai keperakan yang menuju laut, sungguh tiada taranya. Seperti melihat Naga berwarna keperakan yang terbaring diatas hitamnya pasir Pantai Tampih

Matahari terbenam keemasan Pantai Tampih
Matahari terbenam keemasan Pantai Tampih

Selain memandang sunset dari gundukan, cobalah juga untuk menikmati sunset dari dekat tepian laut, melangkah diantara pasir hitam yang menyapa kaki kita ketika melangkah. Atau mungkin sambil berdiri diatas batu yang lumayan besar, sambil memandang sunset yang mulai turun ke peraduannya. Langkahkan kaki juga sepanjang garis pantai menikmati sunset sambil merasakan sentuhan dingin  dan basah dari sang ombak. Basah…basah…basah… seluruh tubuhku… Lho malah dangdutan

Sunset dengan warna keemasannya
Sunset dengan warna keemasannya
Putu Eka Jalan Jalan sedang berdiri di atas batu sambil memandang matahari terbenam
Putu Eka Jalan Jalan sedang berdiri di atas batu sambil memandang matahari terbenam
Berjalan menyusuri pantai ketika matahari terbenam tiba
Berjalan menyusuri pantai ketika matahari terbenam tiba
Putu Eka Jalan Jalan duduk diatas batu memandang ombak yang berkejaran diatas pasir
Putu Eka Jalan Jalan duduk diatas batu memandang ombak yang berkejaran diatas pasir
Berdiri diatas batu yang terkena sapuan ombak Pantai Tampih
Berdiri diatas batu yang terkena sapuan ombak Pantai Tampih

Puncaknya adalah memandang sunset yang masuk ke peraduan dari ketinggian dengan ditemani Nyiur penyendiri diatas tebing. Naik kesana lumayan perlu perjuangan karena tanahnya licin dan kemiringannya lumayan tajam. Tapi begitu sampai diatas rasanya berada di surga dunia. Temaram warna sunset menyelimuti dengan belaian angina dibadan serta suara deburan ombak dan gemerisik suara daun kelapa penyendiri menggelitik indra pendengaran kita.

Matahari terbenam sudah menyelinap ke ufuk barat menyisakan semburat jingga
Matahari terbenam sudah menyelinap ke ufuk barat menyisakan semburat jingga
Semburat jingga serta deburan ombak pantai Tampih
Semburat jingga serta deburan ombak pantai Tampih

Lepaskan stress yang membelenggu dan nikmati energi alam Pantai Tampih yang mengalir masuk ke dalam denyut nadi membawa kesegaran baru bagi kita yang cukup untuk mengarungi kejamnya dunia persaingan di perkotaan. Sunsetmu tidak akan terlupakan Pantai Tampih

44 comments

  1. Ohh, ada kaktus dipasirnya …
    Keren ya, jadi berasa ada di gurun pasir sahara.
    Memang betul, bli … duri tanaman kaktus lebih indah daripada tajamnya duri bibir seseorang …
    Xixixi …

    Ketje bangeet sunset di pantai Tampih.
    Bisa tampil full orange langitnya ..

    • Putu Eka Jalan Jalan says:

      Gurun Saharanya seuprit gitu kak, kurang puas jadinya. hahahaha
      Memang bibir tidak bertulang ya kak, bisa menyakitkan.

      Ohhhh cuma sunsetnya aja yang ketje kak?
      Aku ndak ketje kak?

      • Wwwwwkkk ..
        Ngga apa-apa padang pasirnya cuma seuprit .. , tetep aja ketje banget kok.
        Berasa betulan kayak di gurun Sahara.

        So pasti dong bli Putu Eka juga ketje …, komplit deh pokoknya, mulai dari pengambilan gambarnya yang artistik, alamnya yang romantis, sampai sosok blogger dengan ciri khas kain etnik merah menyala ini …, te op pe banget 😉

    • wkwkwkwkw, ini semacam Himawan ya, kalau Himawan blogger bertopi, yang ini blogger model merah. Semacam ciri khas yang beda dari lainnya.
      Kesamaannya adalah, keduanya travel blogger senang tampil hahahaha

  2. wahh demi apapun foto-foto sunsetnya epic dan kece banget. aku sukaa..
    pengen main ke sana juga jadinya. kayaknya seru dan ga terlalu rame juga, tapi sayangnya jauh dan butuh modal banyak huhuhu

  3. anies says:

    saya suka kawasan pantai yang tidak ramai orang… sebab keadaan beginilah baru kita dapat nikmati alam…

    ada banyak tak hotel / resort berhampiran pantai ini?

    • Putu Eka Jalan Jalan says:

      Saat ini cuma ada satu bangunan villa aja kak disekitar pantai ini.
      Masih nyaman banget buat para penyuka pantai yang tidak terlalu ramai

  4. devina says:

    sudah bosan dengan pantai mainstream trus cari pantai anti mainstream tapi tetap di daerah tabanan, dan fotonya keren sekali saat menikmati sunset

  5. Bang Day says:

    pasirnya agak beda yah mas

  6. Tiket masuk atau retribusinya itu lo, murah sekali. Saya jadi ingin kesana nih. Main layang-layang pastinya.

    • Putu Eka Jalan Jalan says:

      Masih belum terjamah pariwisata yang berorientasi bisnis kak, jadi wajar retribusinya masih murah. COba nanti sudah menjamur resort, villa disana, dijamin lebih mahal lagi

  7. Sopyan Nc says:

    Masih asri tempat nya. Apalagi view nya saat ada sanset enak bener sambil ngopi
    Sepertinya masih dikelola oleh swadaya masyarakat sekitar
    Sayang sekali jauh banget kesana

    • Putu Eka Jalan Jalan says:

      Iya bener banget masih dikelola masyarakat sekitar kak. Semoga masyarakat sekitar masih bisa mempertahankan dari gempuran investor

  8. Fotonya keren semuaaa… itu layangnya gede banget,ya dan bsa. terbang…rasanya pengen terbang ke sana buat main layangan…dan loncat-loncat seperti kak putu eka yang loncatannya suangat tinggi

    • Putu Eka Jalan Jalan says:

      Terima kasih lho kak apresiasi untuk photo photonya.
      Ayo kak kita main layangan kesini, dan layangan lebih gede lagi ada lhooo…..

  9. Cocok juga nih mas lokasinya sehabis melepas penat selama beraktifitas..

  10. zunif says:

    wah indah banget sunset nya gan, cocok untuk foto foto bersama teman ya. Tapi lokasi parkir kok kelihatan banyak sampahnya ya sehingga kurang sedap dipandang mata :mrgreen:

  11. iidYanie says:

    Fotonya keren2 banget ini mas, cita citaku banget ini bisa menikmati sunset dan di pantai Bali pula, foto kedua dari terakhir itu kece bgt, siluet dan poho kelapanya yg seperti sebuah lukisan 🙂

    • Putu Eka Jalan Jalan says:

      Ayo diwujudkan cita-citanya mbak duduk manis di tepi pantai sambil menikmati sunset yang indah di Bali

  12. Indag banget saat sunset…
    dua jempol

  13. zunif says:

    kalau ngajak sang kekasih sepertinya cocok banget nih untuk menyusuri indah nya pantai tampih ini, apalagi sambil lihat pemandangan alam yang bikin mata seger ya kak 😉

    • Putu Eka Jalan Jalan says:

      Dijamin romantis banget kak kalo jalan sama kekasih, dijamin kekasih tambah lengket.
      Permen karet kali kaka lengket… hahahahha

  14. Tia says:

    cantik banget sunset nya kak..
    duh jadi kangen main2 di pantai..

  15. Bli mau dong aku diajak kesini nanti kalau aku kesana.
    Pengen ngepantai yang kayak gini, rasanya mau segera ke Bali

    • Putu Eka Jalan Jalan says:

      Ayo kak Icha diantar kesana pas kak Icha jalan-jalan ke Bali
      Segera direncanakan sebelum pantai ini ditelan oleh pariwisata modern

What do you think?

Name required

Website