facebook icon instagram icon

Sate Babi Bawah Pohon Memang Maknyus

Sate Babi bawah pohon memang maknyus dan menggoyang lidah kita dengan mantapnya. Entah siapa yang mempelopori awalnya, seingat saya sate Babi bawah pohon yang legend alias rasanya maknyus dan selalu ramai pembelinya itu yang berada di perempatan jalan menuju pantai seseh lalu di pertigaan Legian, pertemuan antara jalan Patih Jelantik dengan jalan Sriwijaya, didepannya Pura Dalem Kahyangan Desa Adat Legian. Yang berada di pertigaan sekarang entah hilang kemana, apakah pindah ataupun tutup kamipun kurang tahu, apalagi kurang tempe #eh.

Sate Babi Bawah Pohon yang rasanya super maknyus

Sate Babi Bawah Pohon yang rasanya super maknyus

Sate Babi merupakan kuliner yang tidak bisa lepas dari kehidupan masyarakat di Bali. Dalam upacara adat maupun agama, sate babi merupakan menu yang tidak bisa lepas dari dalam menu penyajian. Bahkan sekarang sudah merambah ke street food.

Nah Sekarang ada Sate Babi bawah pohon yang enak dan maknyus tetapi belum terlalu ramai. Awalnya sate babi ini berada dibawah pohon disebelah Pura desa Padang Luwih, akan tetapi karena ada pemugaran pura serta areal pohon dibangun pagar maka dia pindah ke selatan, masih dibawah pohon juga, awalnya pohonnya besar, sekarang pohonnya tidak terlalu besar. Tepatnya didepan Warung Mina Dalung. Kalau dari Air Terjun Yeh Hoo, Air Terjun Bayu Wana Amertha menuju Kuta pasti ngelewati sate Babi ini. Buka sedari pagi sekitar jam 10 sampai sore jam 5, tapi sebelum jam 5 biasanya satenya sudah habissssss….. siap-siap gigit jari kalau telat kesana. Apalagi kalau rencananya buat bekal ke pantai Green Bowl.

Lokasi awal Sate BaBi Bawah Pohon berjualan

Lokasi awal Sate BaBi Bawah Pohon berjualan

Lokasi terkini tempat berjualan

Lokasi terkini tempat berjualan

Dengan bangunan non permanen berbentuk kotak persegi, mereka meletakkan alat-alat untuk memanggang, tempat sate yang masih mentah, lalu tempat sambal, ketupat, dan lain-lain. Sate Babi yang masih mentah berwana merah karena sudah diberikan bumbu. Jadi mereka memanggang satenya dihadapan para pembeli. Hembusan asap dari pemanggang sate akan menggelitik setiap pengendara yang lewat dan mengundang untuk berhenti serta menancabkan gigi mereka di keempukan sate Babi.

Sate Babi mentah yang sudah diberi bumbu

Sate Babi mentah yang sudah diberi bumbu

Potongan ketupat sebagai teman makan sate

Potongan ketupat sebagai teman makan sate

Mempersiapkan arang untuk memanggang sate

Mempersiapkan arang untuk memanggang sate

Proses memanggang Sate Babi Bawah Pohon

Proses memanggang Sate Babi Bawah Pohon

Sate Babi yang sudah selesai dipanggang

Sate Babi yang sudah selesai dipanggang

Sate Babi Bawah Pohon dikenal dengan dagingnya yang empuk serta dengan bumbunya yang pedas manis, kalau kurang manis sich bisa makan sate babinya sambil lihat kita yang manis ini. Penyajiannya menggunakan piring yang terbuat dari anyaman lidi pohon Kelapa yang biasa disebut Ingka di Bali, lalu diatasnya ditaruh kertas minyak sebagai alas untuk sate dan kawan-kawannya, satu porsi siap untuk diberikan ke pelanggan. Pemakaian Ingka dan kertas minyak membuat penjual mengurangi kegiatan cuci piring. Satu porsi sate babi ini terdiri dari 7 tusuk sate babi dengan potongan ketupat serta sambal tomat ditambah dengan garam yang dicampur dengan potongan cabe rawit. Ini adalah ciri khas dari setiap sate babi bawah pohon, garam dengan potongan cabe rawit. Membuat menyantap sate babi menjadi lebih maknyus. .Awalnya ketika diberitahu teman saja sudah bikin ngiler, apalagi ketika sudah berhadapan langsung dengan sate Babinya. Nggak bakal rela kalau ada yang coba-coba ngambil satu tusuk satenya. Kalau cuma tusuk satenya aja sich kita kasi dahhh…rela kok kalo tusuknya. Eits nggak ada sendok ya, gunakan tusuk satenya buat menusuk ketupat buat disuapkan ke mulut kita. Boleh kok suapin ehem…ehem… yang disebelah…. hahahahha

Satu porsi Sate Babi Bawah Pohon yang bikin ngiler

Satu porsi Sate Babi Bawah Pohon yang bikin ngiler

Sate Babi dengan dicocol pada garam dan cabai

Sate Babi dengan dicocol pada garam dan cabai

Sambal tomat untuk Sate Babi

Sambal tomat untuk Sate Babi

Garam dan potongan cabai sebagai teman makan sate Babi

Garam dan potongan cabai sebagai teman makan sate Babi

Eits jangan lupa duduk ya karena keasyikan mengunyah sate. Okeh disini kita tidak akan menemui meja ataupun tempat duduk yang fancy, disini cuma disediakan tempat duduk kecil dari plastik berwarna biru. Mirip lah sama tempat duduk yang dipakai sama adik-adik kita di taman kanak-kanak. Atau kita bisa duduk diatas rumput, berada piknik di padang alang-alang. Hahahahha. Mungkin Sate Babi Bawah Pohon ini bukan merupakan makanan bagi semua orang dikarenakan berada di tepi jalan. Kami sering menemui orang yang tidak mau makan di tepi jalan karena alasan kesehatan.

Sate Babi sebenarnya banyak dijual di Bali, dari yang kelas atas yang disajikan di resto-resto mahal, bahkan sampai yang di pinggir jalan ala-ala street food. Yang membedakan mereka adalah rasa bumbunya yang pedas manis itu. Kami lebih memilih Sate Babi Bawah Pohon di Banjar Gaji ini karena rasanya yang enak dan belum terlalu ramai. Sempet ngobrol sama yang punya, ternyata mereka membuat sendiri bumbunya, jadi tidak membeli bumbu sate yang sudah jadi. Ditambah pengerjaan pun mereka lakukan sendiri, dari pemotongan daging sampai penusukan daging. Rasa pun terjaga karena dari proses daging dan bumbu dilakukan sendiri. Jadi keingetan ada seorang temen yang pernah bilang soal politik penjual sate. Ternyata maksudnya adalah semua pekerjaan dilakukan sendiri oleh penjual sate. Tapi itu yang membuat rasa mereka terjaga dan tetap nikmat.

Pembeli yang kami lihat kebanyakan warga lokal, kalau dibandingkan dengan Sate Babi Bawah Pohon legian dan Di perempatan menuju pantai Seseh yang banyak pembelinya adalah wisatawan mancanegara. Mungkin karena lokasinya yang di Banjar Gaji tidak termasuk daerah tujuan wisata.

Pembeli yang sedang membeli sate Babi

Pembeli yang sedang membeli sate Babi

Tusuk sate berserakan diatas piring kosong, cacing diperutpun sudah tidak bernyanyi, saatnya membungkus dua porsi sate Babi untuk dibawa pulang, biar bisa dimakan sambil santai dirumah. Ah dasar perut gembul. Munkin perlu dirubah dari Putu Eka Jalan Jalan menjadi Gembul Jalan Jalan dan Makan. hahahahahha

42 comments

  1. Risna says:

    wew lagi makan makan nih critanya.. boleh dong kirimin yang sate ayam xixixi

  2. Kalau satenya enak, walau pindah kemana pun akan tetap dicari, laris manis teus.
    Kalau itu di Jakarta pastinya sudah kena gusur ya, menempati lahan trotoar.
    Jadi penasaran sama satenya, kira-kira sama sate kambing legit atau menggigit mana?

  3. Idris says:

    Wah,, menggiurkan kelihatannya. Babi ada sate nya juga yaa, kirain cuma jd gule atau tongseng gitu

  4. sate sekarang banyak variannya bahkan buahpun ada satenya

  5. vika says:

    ulala,, liat tampilannya menggugah selera hampir sama dengan sate sapi yaaa.. btw emang daging babi disana nomor 1 kang di bali.. apalagi bumbunya enak ditambah pakein cabe.. enakkkkk

  6. Seenak apapun satenya tetep aku ga bisa coba haha.
    cukup ngiler aja deh disini, atau aku minta bumbu satenya aja deh,
    kayaknya enak banget di cocol cocol huhuhu

  7. Pastinya saya gak mungkin makan kuliner ini. Tetapi, makan di bawah pohon rindang apalagi anginnya sepoi-sepoi memang nikmat 🙂

  8. Muyassaroh says:

    Ternyata ada sate babi juga, ya..baru tahu..hihi

  9. ariefpokto says:

    saya pernah lewat depan Sate Babi Bawah Pohon pas kelilingan jalan kaki di sekitar sana. Baunya ya ampuuun, sedap benar. Pas lihat juga tampak sedap, orang-orang tampak nikmat menikmati sajian ini. Cuman sayang, saya tidak makan jenis daging ini. Tapi menarik aja melihat lahapnya orang-orang makan.

  10. warna dagingnya merah banget…pasti hoot ya rasanya…

  11. *glek! Jadi ingi makan sate kalau baca pendeskripsiannya, huhu… Unik ya Bli tusuknya pipih begitu.

  12. ainun says:

    foto fotonya mengundang nafsu makan,

  13. Tuteh says:

    Huahahahah kalau yang ini saya tidak bisa komen banyak 😀 qiqiqiqiqiq.

  14. Suatu usaha kalo udah banyak yang cocok, kemanapun pindah lokasi tetap dicari,ya …

    Kalo pepatah wong Jowo bilang, kadung tresno 😁

  15. ellafitria says:

    Waaa mau satenya tapi sate ayamnya dong bliii

  16. Kuliner wajib setiap mudik ke Bali nih
    Kalau belum makan sate yang satu ini, belum lengkap rasanya mudik hahaha
    Penasaran euy pengen nyoba bikin sendiri, tapi selalu aja beda rasanya hiks

  17. Onix says:

    Astaga ke sana waktu itu nyari-nyari yang begini nggak nemu-_-
    Liat postingan influencer di instagram katanya sate ini enak dan lumayan terkenal, ternyata bener yhaa hahaha

What do you think?

Name required

Website