facebook icon instagram icon

Taman Jinja Bali Penawar Rindu Liburan ke Jepang

Taman Jinja Karangasem Bali bisa jadi merupakan penawar rindu atau dahaga bagi yang kangen halan-halan ke Jepang, bisa juga buat yang belum pernah ke Jepang untuk merasakan sedikit rasa halan-halan di  Kyoto Jepang dalam rangka Fushimi Inari dengan deretan gapuranya yang khas, disebut juga Torii

Taman Jinja Bali dengan Putu Eka Jalan Jalan berada ditengah Bunga Kasna
Taman Jinja Bali dengan Putu Eka Jalan Jalan berada ditengah Bunga Kasna
Senyuman manis buat bidadari Taman Jinja Bali
Senyuman manis buat bidadari Taman Jinja Bali

Berlokasi di bagian timur pulau Bali, di Banjar Dinas Angsoka,  Desa Besakih, Kecamatan Rendang, Kabupaten Karangasem, Bali membutuhkan waktu yang lumayan apabila kita bertolak dari area Kuta Bali. Jalurnya searah kalau kita berwisata religi ke Pura Besakih atau berwisata ke taman Bunga Kasna Taman Edelweis yang dikenal juga sebagai White Valley Eternity

Jalannya mudah, tinggal patokannya kita cari pura Besakih, kemudian disebelah timur pura Besakih akan ada jalan kecil ke utara. Jalan ini hanya cukup satu mobil, jadi kita harus bergantian dengan mobil yang lain. Tapi tidak usah khawatir membawa mobil, karena di taman Jinja sudah disediakan tempat parkir mobil yang cukup luas. Ikutilah jalan tersebut sampai ketemu pertigaan, dan ambilah arah kekanan. Sekitar 1 km akan terlihat Taman Jinja yang membentang dari lembah ke puncak bukit.

Masuk ke parkiran berjalan mulus dan berhubung belum ada pengunjung, jadilah kita bebas untuk memilih lokasi parkir. Tapi kok pintu belakang mobil tiba-tiba kebuka ya? Padahal mobil belum berhenti semurna. Ternyata bidadari konyol sudah mual mabok perjalanan pengen ngeluarin isi perutnya. Putu Eka Jalan Jalan pun lari kedepan buat beli air minum diwarung depan. Sodorin air minum dan bidadari konyol pun kondisinya sudah membaik. Siap untuk meloncat terbang ke Jepang. Eh salah, meloncat keseberang menuju pintu masuk Taman Jinja Bali.

Loket tiket pun menyambut manja, relakanlah beberapa ribuan berpindah ke dalam loket tiket untuk tiket masuk. Disana juga terpampang hierarki pengelola dari Taman Jinja Bali. Eits ada sesuatu yang menarik perhatian, ternyata ada penyewaan kimono, ah tapi staff disana bilang kimononya masih di laundry, tiba-tiba staff yang lain nyeletuk kalau kimononya masih di penjahat, eh maksudnya di penjahit untuk diperbaiki. Berarti penyewa kimono sebelum-sebelumnya ganas-ganas ya makenya sampe rusak gitu kimononya.

Pintu masuk dengan gapura khas Bali
Pintu masuk dengan gapura khas Bali
Pos tiket yang berada setelah gerbang masuk
Pos tiket yang berada setelah gerbang masuk
Struktur organisasi dari pengelola taman
Struktur organisasi dari pengelola taman
Tempat sewa kimono disebelah loket tiket
Tempat sewa kimono disebelah loket tiket

Sedikit kecewa sich penyewaannya sedang tidak beroperasi, kan agak kurang seru jadinya tamannya ala-ala Jepang tapi pakaiannya belum ala Jepang. Ya sudah kita lanjutkan berjalan memasuki Taman Jinja Bali. Didepan kita sudah disambut dengan Torii berwarna merah yang terbuat dari bambu dan kayu yang berjejer sepanjang jalan menurun menuju bukit sebelah. Berasa kita memasuki terowongan warna merah merona. Semerah pipi bidadari yang merah merona tersipu malu digombalin buaya konyol.  Disebelah kanan kita bisa melihat bagian taman di punggung bukit. Selain itu ada warung juga yang sedang tutup ketika kami disana. Jujur agak kurang sreg dengan warung tenda biru begini, bikin drop pemandangan dech.

Putu Eka Jalan Jalan berada di deretan Torii bagian pertama Taman Jinja Bali
Putu Eka Jalan Jalan berada di deretan Torii bagian pertama Taman Jinja Bali
Bersandar di Torii ala-ala Jepang
Bersandar di Torii ala-ala Jepang
Duduk bersandar diantara Torii yang berjajar rapi
Duduk bersandar diantara Torii yang berjajar rapi
Warung tenda biru yang sedang tutup
Warung tenda biru yang sedang tutup

Diujung turunan kita akan menemui rerumpunan bambu yang batangnya terlihat kuat. Selain itu ada dua bilik toilet yang bisa dipakai kalau lagi kebelet. Ndak usah bigung mencari, terpampang jelas katakata WC/toilet dengan tulisan putih dan latar merah. Tapiiiii….ada tapinya lho ya, toiletnya berbayar, tidak termasuk dalam tiket masuk taman. Ternyata pengelola toilet merupakan perseorangan.

Toilet dengan penunjuk nama yang jelas
Toilet dengan penunjuk nama yang jelas
Dua bilik toilet yang bisa dipergunakan
Dua bilik toilet yang bisa dipergunakan

Berbelok kekanan kita akan mulai menanjak menuju keawan. Hahaha bukan, menuju ke Taman Jinja Bali. Disebelah kiri jalan menanjak, bagian dinding tanah ditutupi dengan batang bambu. Berasa lebih kembali kea lam gitu dengan bahan-bahan alami. Jalannya masih terbuat dari tanah, bisa dipastikan kalau kalian jalan-jalan kesini pas musim hujan akan menjadi becek. Mendekati puncak akan ada Torii merah lagi kemudian undakan dengan batang bambu pendek sebagai penguatnya. Dibagian ini tanamannya mayoritas berwarna merah. Apabila kita berbelok ke kanan atau ke kiri, bunga Kasna yang akan menemani kita bersantai di Taman Jinja Bali.

Berdiri dikemiringan jalan tanah
Berdiri dikemiringan jalan tanah

Ada yang sudah ngos-ngosan berjalan turun lalu naik? Yang tidak terbiasa berolahraga pasti udah ngos-ngosan. Bisa kok beristirahat dulu mengatur nafasnya sambil duduk di gazebo yang disiapkan pengelola. Kalau ndak kebagian gazebo bisa juga duduk di undagan-undagan yang diperkuat dengan batang bambu yang menuju ke Taman Jinja bagian atas.

Gazebo yang disediakan oleh pengelola
Gazebo yang disediakan oleh pengelola
Putu Eka Jalan Jalan duduk diantara undagan yang diperkuat dengan batang bambu
Putu Eka Jalan Jalan duduk diantara undagan yang diperkuat dengan batang bambu

Di bagian bawah akan ada Torii berwarna merah yang berderet membentuk lorong yang diapit dengan Bunga Kasna atau dikenal juga dengan bunga Edelweis dari Bali yang berwarna putih, dilihat sekilas mirip tanaman yang tertutup salju. Jadi bisa membayangkan gimana kita bisa berjalan-jalan diantara Torii di Jepang ketika musim dingin bersalju. Ya sedikit bermimpi di siang bolong sich.

Bersandar di tiang Torii
Bersandar di tiang Torii
Berjalan dilorong Torii
Berjalan dilorong Torii
Taman Jinja Bali dengan bunga Kasna mengapit Torii
Taman Jinja Bali dengan bunga Kasna mengapit Torii

Yuk ah beranjak ke bagian yang lebih atas, disini jalanan berundag dengan bantuan batang bambu sebagai penopang undagan agar tidak mudah rusak. Torii masih tetep ada donk membentuk lorong dengan di kiri kanan dipeluk Bunga Kasna berbentuk semak-semak keputihan.

Putu Eka Jalan Jalan duduk diantara Torii Taman Jinja Bali
Putu Eka Jalan Jalan duduk diantara Torii Taman Jinja Bali
Putu Eka Jalan Jalan berbaring diantara gerombolan Bunga Kasna
Putu Eka Jalan Jalan berbaring diantara gerombolan Bunga Kasna

Dibagian teratas kita bisa memandang lepas kearah lembah dengan semilir angin dingin yang membelai wajah yang ngos-ngosan bernafas. Selain itu kita bisa melihat Gunung Agung yang merupakan gunung tertinggi di Bali  dengan jelas, dengan syarat sedang tidak tertutup kabut. Ada beberapa gazebo yang juga disiapkan oleh pengelola serta tempat duduk dari kayu, bisa lah ngegombal dengan bidadari yang baru turun dari Gunung Agung. Wekekekek….  Ada juga panggung dengan huruf love, siapa tau mau mengutarakan isi hati ke salah satu bidadari pilihan hati. Tampak juga ada semacam menara pandang, tapi jujur Putu Eka Jalan Jalan ketika naik kesana agak ketar-ketir karena menaranya serasa bergoyang. Atut jatuh, apalagi jatuh ke pelukan bidadari.

Berdiri di ketinggian memandang ke lembah Taman Jinja Bali
Berdiri di ketinggian memandang ke lembah Taman Jinja Bali
Gunung Agung yang tampak dari Taman Jinja
Gunung Agung yang tampak dari Taman Jinja
Tempat duduk dari kayu untuk melepas lelah
Tempat duduk dari kayu untuk melepas lelah

Bisa juga berayun manja diayunan bersama bidadari, eits ayunannya aman kok, karena terbuat dari besi dengan talinya juga dari besi. Memang disisinya dipasang bambu yang mirip Torii berwarna merah. Sebagai pamungkas, ada Torii merah yang guedeeeee bingit diarea paling atas Taman Jinja, dengan dikelilingi Bunga Kasna.

Berayun-ayun di Taman Jinja Bali
Berayun-ayun di Taman Jinja Bali
Ayunannya kuat karena terbuat dari besi
Ayunannya kuat karena terbuat dari besi
Meloncat di tengah Torii Taman Jinja Bali
Meloncat di tengah Torii Taman Jinja Bali
Bersandar sambil menikmati wanginya bunga Kasna
Bersandar sambil menikmati wanginya bunga Kasna

Sudah terobati belum kangennya buat liburan ke Jepang di musim dingin? Lumayan kan sedikit mengobati. Kalau belum terobati yuk kita pesen tiket ke Jepang aja kali ya, pakai maskapai penerbangan Buaya Konyol and Bidadari Air. Konyol dan indah pada waktunya. Atau bisa juga terbang ke Yogyakarta, yaitu Pesona Kali Nampu atau dikenal juga dengan Kalinampu Natural Park. DI Kalinampu ini juga terdapat Torii, tidak sebanyak di Taman Jinja Bali sich. Ada persewaan kimono atau yukata juga.

FAQ :

Konsep apa yang dibawa oleh Taman Jinja?

Konsep pembangunannya dibuat ala Negeri Sakura yang dikenal juga dengan Negara Jepang

Lokasinya dimana sich?

Lokasi Taman Jinja Bali berada di Temukus, Karangasem, Bali

Apa yang membuat Taman Jinja berasa Jepang-nya?

Berasa Jepang-nya dari gerbang-gerbang khas Jepang yang disebut Torii

Jam buka dan jam tutup Taman Jinja?

Buka mulai jam 8 pagi sampai jam 7 malam

2 comments

  1. Keren uy tamannya, mirip-mirip di Jepang gitu.
    Buat yang pengen foto-foto kayak di Jepang, boleh juga nih berkunjung ke sini, lebih murah lagi.

    Btw, Gunung Agungnya juga jadi terlihat seperti Gunung Fuji yang ada di Jepang.

What do you think?

Name required

Website