facebook icon instagram icon

Warung D’Bishe Kehangatan dan Pemandangan Mahal ala Ubud Bali

Warung D’Bishe menawarkan kehangatan kopi Bali asli ditambah pemandangan mahal dan vibe ala-ala Ubud dengan pemandangan lembah yang jujur bikin betah duduk menghabiskan waktu berjam-jam disana. Apalagi ditemani kamu…ya kamuuu…..

Putu Eka Jalan Jalan sedang minum kopi di warung D’Bishe
Putu Eka Jalan Jalan sedang minum kopi di warung D’Bishe
Duduk di bawah pergola warung D’Bishe memandang lembah kehijauan
Duduk di bawah pergola warung D’Bishe memandang lembah kehijauan

Pertemuan Putu Eka Jalan Jalan dengan Warung D’Bishe berawal dari ketidaksengajaan sebenarnya. Cieee pertemuan… berasa bertemu sama gebetan yang nun jauh dimata. Hahaha… Berawal tatap mata indahnya senyuman, eh malah nyanyi, woy focus donk ah…

Niat awal sich pengen menyegarkan diri dengan jalan-jalan basah ke air terjun Pengempu, asal tidak mimpi basah,  ah tapi sayang masih ditutup. Bingung lah kita sampe pusing. Memeras otak enaknya mau jalan-jalan kemana, ya sutralah kita ke Bedugul saja, bisa ke Kebun Raya Bedugul atau bisa juga ke Danau Tamblingan kalau sudah dibuka. Nah biar ndak terlalu mainstream, kita lewat jalan yang tidak biasa kalau mau ke Bedugul.

Putu Eka Jalan Jalan bertolak dari Denpasar, bergerak kearah utara, melewati Petang. Di daerah banjar Batulantang, Sulangai, Putu Eka Jalan Jalan melihat saluran air dengan airnya yang bening buanget. Terbersit keinginan buat duduk sambil memasukkan kaki ke air yang bening merasakan kesegaran airnya. Turun dari mobil, melangkah ke saluran air, mata sedikit jelalatan sich melihat ke kanan dan kekiri. Dannnnnn melihat warung ini yang kayaknya kok nyaman dipake buat duduk sambil ngopi. Yang membuat menarik adalah tiang-tiang dari kayu yang disusun seperti Pergola. Pasti nanti ada yang nanya, Pergola itu apaan? Pergola itu adalah fitur taman yang terbuat dari tiang atau pilar vertical dengan diperkuat oleh balok silang dan kisi terbuka yang kokoh, membentuk area tempat duduk yang teduh. Biasanya juga ditanami tanaman yang merambat ke atapnya.

Tanpa pikir panjang, Putu Eka Jalan Jalan melangkahkan kaki memasuki Warung D’bishe.  Sebelum masuk kita akan melihat papan nama warung yang terbuat dari kayu dan bambu disebelah kanan, lalu disebelah kiri terlihat deretan botol yang akan kita cari ketika kendaraan kita haus. Iyes itulah botol-botol bekas minuman beralkohol dengan bensin didalamnya. Dari depan tidak terlihat seperti warung-warung modern, tapi lebih mengarah ke warung-warung tradisional dengan tembok batu bata dimana batu bata nya terekspose, lantai dari semen, tiang-tiang penyangga atap pun dari bambu

Wajah depan warung D’Bishe
Wajah depan warung D’Bishe

Melangkah masuk kita akan melihat makanan ringan, cemilan ringan juga minuman ringan dijual. Warung D’Bishe sesuai di papan namanya, mereka menyediakan kopi Bali, makanan ringan dan minuman. Kalau mau makanan agak berat bisa pesan mie instant ataupun soto ceker dan bakso. Kita sempat memesan soto ceker, kuahnya segar dan walaupun berada jauh dari kota, mereka menggunakan campuran lobak di sotonya, sehingga membuat citarasa yang beda dari soto ceker yang biasa kita santap di perkotaan.

Tampilan warung dengan tembok bata yang terexpose
Tampilan warung dengan tembok bata yang terexpose
Soto ceker dengan lobak didalamnya
Soto ceker dengan lobak didalamnya
Soto ceker yang gurih dan mengenyangkan
Soto ceker yang gurih dan mengenyangkan

Warungnya tidak terlalu luas, dari pojok warung kita bisa duduk dan melihat kearah lembah. Tempat duduknya antik banget, terbuat dari kayu dengan kakinya terbuat dari mesin jahit antik. Sudah berasa di café-café rustic di Ubud belum? Sedangkan tempat duduk dan meja yang sebelah kiri jalan masuk terbuat dari kayu bekas palet

Iyes bangunan warungnya tidak terlalu luas, tapi halaman warung berundak-undak dengan rerumputan hijau, tanaman bonsai ditepiannya serta kolam kecil yang sebenarnya menjadi daya tarik utama ditambah dengan pemandangan lembah hijau.

Putu Eka Jalan Jalan sedang duduk sambil minum teh
Putu Eka Jalan Jalan sedang duduk sambil minum teh
Kaki meja yang terbuat dari mesin jahit kuno
Kaki meja yang terbuat dari mesin jahit kuno

Keluar menuju halaman dari bangunan warung, kita akan menemui batang-batang kayu yang dibentuk mirip Pergola. Berkaki empat dengan disatukan oleh tali dan beratap batang-batang kecil kayu ditutup dengan paranet hitam. Kata pemilik, nanti akan ada tanaman merambat dibagian atap. Tersedia juga meja dari kayu yang tersambung dengan Pergola dan tempat duduk dari besi dan kayu. Klasik dan rustic banget rasanya. Bagi Putu Eka Jalan Jalan, disinilah spot terbaik untuk memandang kearah lembah sambil bersenda gurau dengan belahan jiwa kalian.

Duduk santai memandang kehijauan di lembah sana
Duduk santai memandang kehijauan di lembah sana
Batang pergola yang diikat menggunakan tali
Batang pergola yang diikat menggunakan tali
Meja dan kursi dari kayu
Meja dan kursi dari kayu
Minum teh hangat ditemani pisang goreng di warung D'Bishe
Minum teh hangat ditemani pisang goreng di warung D’Bishe
Menatap ke arah lembah yang menghijau
Menatap ke arah lembah yang menghijau

Melangkah turun kita akan bertemu dengan kolam kecil dengan dua bangunan, bangunan pertama berupa gazebo yang digunakan sebagai tempat bercengkrama, sedangkan bangunan kedua yang terbuat dari bambu dan berlantai dua. Kita bisa naik ke lantai dua dan duduk santai sambil memandang halaman yang menghijau ataupun memandang kearah lembah yang menghijau. Undagan turun pun terbuat dari bahan bekas, yaitu ban mobil yang ditumpuk dan diisi dengan tanah.

Berjalan menuju bangunan bambu berlantai dua
Berjalan menuju bangunan bambu berlantai dua
Berbaring dilantai dua sambil menunggu bidadari bawain pesanan
Berbaring dilantai dua sambil menunggu bidadari bawain pesanan
Ayun-ayun kaki ditepian bangunan lantai dua
Ayun-ayun kaki ditepian bangunan lantai dua
Saya bahagia belum ketemu sama bidadari
Saya bahagia belum ketemu sama bidadari

Ditengah kolam terdapat kincir air dari bambu dengan patung orang yang sedang naik sepeda, memancing serta patung yang memukul kaleng. Patung-patung tersebut akan bergerak ketika kincir airnya dialiri air serta berbunyi ce-teng ce-teng dari kaleng yang dipukul ditingkahi gemericik air. Menenangkan suranya sambil nyeruput kopi Bali asli. Apalagi dibikinin sama ehem-ehem…

Kincir air unik ditengah kolam warung D’Bishe
Kincir air unik ditengah kolam warung D’Bishe

Disebelah kiri dari kolam terdapat satu gazebo lagi yang kita bisa gunakan untuk bersantai sambil berayun-ayun disebelahnya. Ayunannya sich bukan ayunan modern yang terbuat dari tali tebal dan bisa mengayun di ketinggian lembah, ini ayunan kecil seperti ayunan masa kecil kita. Ada yang langsung terbayang ketika kecil dan berayun-ayun di bawah pohon besar di halaman rumah?

Gazebo dengan ayunan disebelahnya
Gazebo dengan ayunan disebelahnya
Ayunan sederhana di Warung D'Bishe dengan pemandangan lembah hijau
Ayunan sederhana di Warung D’Bishe dengan pemandangan lembah hijau
Berayun-ayun sudah membuat Putu Eka Jalan Jalan senang
Berayun-ayun sudah membuat Putu Eka Jalan Jalan senang

Kalau kalian beruntung, kalian akan bisa menyaksikan kabut menyelimuti lembah dibawah warung D’Bishe, bikin hawa lebih dingin serasa pengen berpelukan sama bidadari yang siapa tau lewat sini. Nah siapa tau bisa ketemu bidadari di Bali yang notabene Pulau Dewata. Sampaikan salam Putu Eka Jalan Jalan buat para bidadari ya.

FAQ:

Warung D’Bishe buka jam berapa?

Warung D’Bishe mulai buka jam 9 pagi sampai jam 6 sore

4 comments

  1. Aul Howler says:

    Santai banget ya mas

    Pemandangannya sih juara
    Asriii

  2. ainun says:

    asri bener pokoknya
    nampak depan kayak warung warung deket rumahku sini, tapi siapa sangka ternyata ada menu soto ceker. ehh aku belum pernah cobain soto ceker, jadi pingin dah
    pewe banget nih, betah juga ya kalau ngadem disana

What do you think?

Name required

Website